EKBIS

Harga Cabai Naik Lagi di Sumut, Daya Beli Rendah, Alarm Bahaya 

×

Harga Cabai Naik Lagi di Sumut, Daya Beli Rendah, Alarm Bahaya 

Sebarkan artikel ini
Harga Cabai di Sumut
Harga cabai di Sumut mahal

LangkatTerkini.Com – Harga cabai merah kembali naik di Sumatera Utara, termuan dari lapangan pada hari Sabtu ini menunjukan harga cabai merah ditransaksikan naik ke level 80 ribu. Pedagang yang menjual cabai merah di harga 60 ribu per Kg pada hari Jumat (12/09/2025), menaikkan harga jualnya pada hari ini di angka 80 ribu per Kg.

“Harga tersebut terjadi di wilayah dataran rendah bagian Timur Sumatera Utara. Dan dari hasil pantauan di sejumlah wilayah pengunungan yang berdekatan dengan sumber produksi, harga cabai masih berada dalam rentang angka yang tidak jauh berbeda,” kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin di Medan, Sabtu (13/9/2025).

Meskipun, kata Benjamin, tidak menutup kemungkinan realisasi harga yang lebih tinggi dari realisasi harga tersebut. Kemunginan harga cabai lebih mahal di sejumlah daerah tetap berpeluang terjadi.

“Dan titik puncak kenaikan harga cabai bisa saja terjadi pada perdagangan besok atau lusa. Jadi realisasi harga saat ini akan sangat bergantung dari cabai kardus atau cabai kotak dari luar Sumatera,” ujarnya.

Idul Fitri
Pasar Tradisional Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (2/4/2025)

Dia bilang, jika mengacu kepada PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis), harga cabai merah keriting di Jawa Timur ditransaksikan dalam rentang 33 ribu hingga 40 ribu per Kg, di Jawa Tengah sudah berada dalam rentang 35 hingga 55 ribu per Kg. Berkaca dari realisasi harga cabai merah di Jawa, maka potensi harga cabai merah di Sumatera berada di angka 60 hingga 75 ribu per Kg sangat terbuka dalam jangka pendek,” jelasnya.

Terlebih lagi, sebutnya, jika mengacu kepada produksi cabai di wilayah Sumut, yang diproyeksikan akan mengalami penurunan seiring dengan berakhirnya masa panen di wilayah Batubara. Pergantian sumber produksi cabai merah akan beralih ke wilayah Kabupaten Karo. Walau demikian produksinya tidak akan sebanyak produksi cabai dari wilayah Batubara.

Sementara itu, tambahnya, apabila mengharapkan cabai merah dari wilayah Aceh, jumlahnya juga masih dalam kisaran 20 ton per hari yang masuk ke Sumut. Aceh diproyeksikan akan menyumbang pasokan cabai dalam jumlah besar pada bulan November mendatang, termasuk juga wilayah Sumatera Barat. Dengan catatan bahwa produksi cabai dari luar wilayah Sumut tersebut tidak mengalami gangguan.

Jadi, belum ada kepastian juga bahwa panen dari dua wilayah tadi akan masuk ke Sumut atau nantinya akan menekan harga. Dan jawa masih menjadi kunci utama kestabilan harga cabai secara nasional. Jika tidak ada penambahan pasokanyang signifikan di kuartal ke empat nanti. Maka alarm kenaikan harga cabai, atau harga cabai bertahan dalam rentang 70 hingga 120 ribu per Kg telah menyala saat ini,” kata Benjamin.

Tantangannya, kata Benjamin, pengendalian Inflasi akan semakin rumit di kuartal keempat nanti. Ancaman inflasi tinggi di tengah tekanan daya beli berpeluang membuat daya beli masyarakat remuk redam. Kenaikan harga cabai merah saat ini berpeluang mendorong kenaikan serupa pada harga cabai hijau, dan membuat harga cabai rawit sulit turun.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *