LangkatTerkini.Com – Kapolres Langkat David Triyo Prasojo SH SIK MSi buka suara terkait pembacokan seorang anak buahnya.
“Bapak Ibu yang terhormat; Saya Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo SH SIK MSi menerangkan bahwa personil Polri yang ada pada tayangan tersebut adalah prajurit Bhayangkara Polres Langkat (petugas Polri) yang turut juga menjadi korban pada operasi Kepolisian dalam rangka pengamanan /penangkapan terhadap tersangka penganiayaan yang sebelumnya telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap seorang warga masyarakat,” tulis Kapolres Langkat AKBP @davidtriyoprasojo di kolom komentar Instagram @langkatterkini.com sebagaimana dikutip.
Personil Polsek Padang Tualang bersama warga berhasil mengamankan terduga pelaku. “Alhamdulillah tersangka dapat kami tangkap /amankan dan kami pastikan tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatan pidana yang dilakukannya dihadapan hukum,” kata AKBP David.
Perwira menengah Polri itu meminta doa masyarakat agar personilnya cepat sembuh. “Selanjutnya kami mohon doa restu dari bapak ibu sekalian untuk kesembuhan petugas kepolisian kami yang saat ini sedang menjalani pengobatan intensif dirumah sakit.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria yang diduga stres berinisial Suh (50) membacok seorang warga dan seorang personel polisi berinisial Aipda SP (48) saat hendak diamankan. Suh disebut-sebut stres karena akibat permasalahan rumah tangga yang dialaminya.
Peristiwa tersebut menggegerkan warga Dusun Pujidadi, Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Senin pagi (7/7/2025).
Berdasarkan informasi diperoleh, kejadian bermula dari Suh mendatangi agen BRI Link dengan alasan ingin mengambil uang.
Akan tetapi, pelaku tidak memiliki kartu ATM dan alhasil ditolak pemilik atau agen BRI Link tersebut.
Karena ditolak itu, Suh marah, emosinya tak terkendali hingga terjadi adu mulut. Seorang masyarakat atas nama Roni (34) coba menenangkan dan melerainya.
Namun, upaya yang dilakukan Roni berhasil, Suh pun meninggalkan lokasi. Rupanya Suh kembali lagi dengan membawa senjata tajam yang diduga diambil dari rumahnya.

Dalam perjalanan hendak kembali ke lokasi, Suh bertemu Roni dan terjadi keributan. Singkat cerita, Roni pun dibacok hingga mengalami luka di bagian tangannya.
Peristiwa tersebut di dengar oleh Polsek Padang Tualang. Sedikitnya 8 orang anggota polisi mendatangi rumah Suh di Dusun Sumberejo, Desa Sei Bamban, Batang Serangan, sekitar pukul 12.00 WIB.
Suh yang hendak diamankan polisi memberikan perlawanan. Akibatnya, seorang polisi berinisial Aipda SP dibacok hingga mengalami luka pada kaki sebelah kanan dan tangan kirinya.
Aipda SP pun kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Putri Bidadari Stabat untuk mendapat perawatan medis. Suh pun akhirnya dapat diamankan polisi yang dibantu masyarakat setempat.
Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Pandu Batubara mengakui adanya peristiwa tersebut. Pandu juga membenarkan, seorang anggota polisi menjadi korban Suh.
“Saat mau diamankan malah menyerang,” kata Pandu.
Ia tak mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku stres. “Belum dapat info ke situ (pelaku diduga ODGJ atau stres), yang tangani Polsek Padangtualang,” tandasnya.

