PENDIDIKAN

‘Talking Stick’ Buka Suara Siswa di MIS Al-Khairat, Belajar Jadi Lebih Menyenangkan

×

‘Talking Stick’ Buka Suara Siswa di MIS Al-Khairat, Belajar Jadi Lebih Menyenangkan

Sebarkan artikel ini
'Talking Stick' Buka Suara Siswa di MIS Al-Khairat, Belajar Jadi Lebih Menyenangkan
Dosen Syarif Hussein Sirait SPd MSi, Irwansyah MPd, dua mahasiswa, kepala sekolah Ibu Eka Oksani Harahap MPd, dan dua guru kelas (Foto: Istimewa)

LangkatTerkini.Com – Di tengah tantangan partisipasi siswa yang kerap ditemui di banyak sekolah, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Khairat Deli Tua Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara kini punya cerita suksesnya sendiri. Berkat inisiatif pengabdian masyarakat dari dosen dan mahasiswa, sebuah metode inovatif bernama “Talking Stick” berhasil mengubah suasana kelas menjadi lebih hidup, interaktif, dan tentunya, menyenangkan bagi para siswa.

Kegiatan pengabdian ini merupakan gagasan tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) Universitas Quality yaitu Syarif Hussein Sirait MSi dan Irwansyah MPd yang berkolaborasi dengan dua mahasiswa dari Universitas Quality. Mereka mengidentifikasi bahwa siswa kelas IV di MIS Al-Khairat Deli Tua cenderung pasif, kurang aktif dalam diskusi atau kegiatan kelompok di kelas. 

“Tujuan utama kami adalah untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar mengajar,” terang Irwansyah, salah satu dosen pelaksana kegiatan.

Proses pengabdian yang berlangsung dari bulan Mei hingga Juni 2025 ini dimulai dengan analisis situasi menyeluruh di kelas IV MIS Al-Khairat. 

Tim melakukan observasi awal untuk memahami dinamika interaksi serta hambatan yang dialami siswa dalam berkomunikasi atau mengemukakan pendapat. Hasil analisis ini kemudian menjadi dasar dalam merancang penerapan metode Talking Stick yang tepat sasaran.

Belajar Menyenangkan
Dosen Irwansyah MPd memberikan pengarahan pada siswa

Setelahnya, metode Talking Stick langsung diperkenalkan dan diterapkan di kelas. Siswa dikenalkan pada aturan mainnya: siapa yang memegang tongkat, dialah yang berhak berbicara. “Tongkat ini bukan hanya alat, tapi semacam ‘tongkat ajaib’ yang memicu keberanian siswa untuk berpendapat,” jelas Irwansyah. Sepanjang sesi pembelajaran, tim mengamati perubahan interaksi, tingkat partisipasi, dan kepercayaan diri siswa saat berbicara di depan teman-temannya.

Dampak dari penerapan metode Talking Stick ini sangatlah menggembirakan. Sebelum kegiatan ini, kurang dari 50% siswa aktif berbicara di kelas. Angka ini melonjak drastis setelah metode diterapkan, mencapai 80%. Frekuensi rata-rata siswa berbicara dalam satu pertemuan pun meningkat dua kali lipat, dari sebelumnya yang hanya sekali saja.

Secara keseluruhan, respons siswa terhadap pembelajaran menunjukkan perubahan yang sangat positif. Mereka menjadi lebih antusias terhadap kegiatan di kelas. Siswa yang tadinya pasif kini mulai menunjukkan keberanian untuk berbicara dan mengemukakan pendapat.

Penggunaan tongkat sebagai simbol giliran untuk bicara terbukti efektif dalam menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Interaksi antar siswa juga menjadi lebih aktif, terutama dalam kegiatan kelompok yang membutuhkan kerja sama dan komunikasi yang baik. Guru-guru pun merasa terbantu karena dapat memantau pemahaman siswa secara individu melalui partisipasi mereka dalam diskusi.

Kepala MIS Al-Khairat, Eka Oksani Harahap MPd menyambut baik dan mengapresiasi tinggi kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bagus dalam mengenalkan peserta didik dengan metode-metode pembelajaran terbaru agar siswa dapat belajar secara menyenangkan,” ungkapnya.

Bagi tim dosen, kegiatan ini juga merupakan kesempatan berharga. “Kegiatan ini adalah wadah bagi kami sebagai dosen untuk mengaplikasikan hasil penelitian yang telah kami lakukan sebelumnya,” tambah Irwansyah.

Penerapan metode Talking Stick di MIS Al-Khairat ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dalam pembelajaran dapat membawa dampak positif yang besar. Metode ini tak hanya meningkatkan partisipasi siswa, tetapi juga berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis, efektif, dan menyenangkan, sekaligus menawarkan alternatif baru dari pendekatan tradisional yang selama ini digunakan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *