LangkatTerkini.Com – Universitas Audi Indonesia menggelar Seminar Nasional bertema “Penguatan SDM melalui Integrasi Pendidikan, Teknologi, Kesehatan, dan Akuntabilitas Keuangan” yang berlangsung secara hybrid di Auditorium kampus tersebut, Jalan Bunga Ncole, Medan, Selasa (14/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Yayasan Audi Husada Dr. Tulus J.T. Panjaitan, SH., MH., Wakil Rektor I Dr. Akmaluddin, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor III Dr. Hj. Fitriani Manurung, M.Pd., Ketua Panitia Hendrikson R. Panjaitan, S.Pd., M.Pd., para dekan, serta seluruh sivitas akademika.
Seminar menghadirkan narasumber kompeten, yakni Prof. Dr. dr. Ridha Dharmajaya, Sp.BS.(K) dari Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik dari STIE Indonesia Surabaya, serta Dr. Siti Mayang Sari dari Universitas Bina Bangsa Getsempena. Sementara itu, keynote speaker disampaikan oleh Dr. Rian Mangapul Siafit dan Dominggus Sijauta, S.E., M.Ak.
Dalam sambutannya, Dr. Tulus J.T. Panjaitan menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Menurutnya, integrasi antara pendidikan, teknologi, kesehatan, dan keuangan merupakan fondasi penting untuk menciptakan SDM yang unggul dan adaptif.
“Kolaborasi lintas bidang saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab berbagai tantangan global,” ujarnya.
Ia juga berharap seminar ini menjadi wadah pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi, sehingga mampu melahirkan solusi nyata yang dapat diterapkan di masyarakat maupun dunia pendidikan. Ke depan, pihaknya berencana mengembangkan kegiatan serupa ke tingkat internasional sebagai bagian dari visi menuju kolaborasi global.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Prof. Ridha Dharmajaya menekankan bahwa penguatan SDM harus dilakukan secara terintegrasi melalui empat pilar utama, yakni pendidikan, teknologi, kesehatan, dan akuntabilitas keuangan. Menurutnya, pendekatan ini akan menghasilkan SDM yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat, produktif, dan berintegritas.
Ia menyoroti berbagai tantangan di sektor kesehatan, seperti distribusi tenaga medis yang belum merata, beban penyakit ganda, serta dampak disrupsi teknologi. Selain itu, fenomena brain drain dan burnout tenaga kesehatan turut memengaruhi kualitas layanan.
Untuk mengatasi hal tersebut, integrasi pendidikan dengan praktik pelayanan kesehatan dinilai sebagai langkah strategis. Transformasi pendidikan berbasis kompetensi dan kolaborasi lintas profesi diyakini mampu menghasilkan tenaga kesehatan yang siap menghadapi kebutuhan sistem modern.
Pemanfaatan teknologi seperti telemedicine, rekam medis elektronik, hingga kecerdasan buatan (AI) juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi layanan. Namun, tantangan literasi digital, keamanan data, dan regulasi masih perlu mendapat perhatian serius.
Melalui integrasi keempat pilar tersebut, diharapkan tercipta sistem yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta pun didorong untuk memperkuat kolaborasi guna mempercepat transformasi SDM di Indonesia.














