LANGKAT

Seorang Wisudawati Asal Bukit Gantung Langkat Menyelesaikan Wisudanya Tanpa Ayah

×

Seorang Wisudawati Asal Bukit Gantung Langkat Menyelesaikan Wisudanya Tanpa Ayah

Sebarkan artikel ini
Wisudawati asal Langkat
Mutiara Hasanah SH (Foto: Istimewa)

LangkatTerkini.Com – Menikmati momen spesial bersama orangtua tentu membuat kenangan baru, apabila saat mereka tidak di sisi, yang ada hanya lah rasa rindu.

Salah seorang wisudawati Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumut Mutiara Hasanah SH yang sering disapa Muty asal Bukit Gantung Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat Sumatera Utara baru menyelesaikan wisudanya tanpa seorang ayah.

Kelang beberapa waktu dari wisuda, Muty buat video penyerahan atribut wisuda itu ke kuburan Ayah sebagai tanda bahwa Muty mempersembahkan untuk Ayah. Ayahnya sudah berhasil menguliahkan Muty dan tidak melupakan perjuangan sang Ayah. 

Usai wisuda, Ia mendatangi makam ayahnya di Tebasan, Desa Pantai Gemi yang di belakang Masjid Raya Stabat.

Muty berjalan berlahan-lahan sambil menangis memakai baju toga wisuda dan meletakan bunga, Samir atau Kalung Wisuda serta meletakan kalung wisuda di makam ayahnya. Di akhir Ia mencium kayu nisan di kepala makam ayahnya.

Ia tak lupa kenangan bersama ayahnya yang sangat berarti bagi kehidupan sang anak. Apalagi setelah salah satu ayahnya dipanggil Maha Pencipta. Kenangan itu terus membekas diingatan sang anak.

“Jadi pada waktu itu kan bang, Ayah meninggal di saat Muty masih ngerjain Skripsi. Dari hari itu, Muty sempat kepikiran kayaknya Muty tidak bisa sidang di waktu yang dekat dan bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) lagi. Tapi, Allah permudahkan segalanya sampai akhirnya Muty sidang dan wisuda. 

Dan Allah datangkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Dari situlah untuk seluruh kebutuhan Muty, supaya tidak jadi beban mama lagi…,” kata Muty kepada Langkatterkini.com, Minggu (13/5/2025).

“Di malam besok nya hari wisuda, Muty itu kayak terpikir bang. Aku harus sedih atau bahagia yaa🥲

Karena di satu sisi, Muty sedih tidak ada Ayah  di saat wisuda Muty. Tapi di satu sisi ini moment spesial yang harus dirayakan. Makanya waktu wisuda Muty kepikiran untuk nyanyi. 

Dan waktu hari wisuda, rasa haru karena bisa nyanyi dan bawa mama ke depan, ini sebagai persembahan untuk Ayah, walaupun Ayah sudah tidak ada, tapi jasanya takkan pernah kita lupa, berkat dia Muty bisa kuliah,” kata Muty.

“Walaupun alur kehidupan di luar ekspektasi dan begitu tidak diinginkan. Tapi kita bisa apa kan bang, kita bukan penentu jalan kehidupan. Walau Muty sempat terhanyut dalam kesedihan, kehilangan jati diri. Tapi kita tidak boleh terus terusan gitu kan bang, seiring berjalannya waktu, Muty pengen bangkit, dan mengembalikan jati diri dan semangat yang pernah hilang,” pungkas dia.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *