LangkatTerkini.Com – Harga cabai merah pada hari ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Seperti yang diproyeksikan sebelumnya, cabai merah alami penurunan hingga menyentuh 24 ribu per Kg. Lebih rendah dibandingkan rata-rata harga cabai merah 37.300 per kg mengacu PIHPS Sumut, Jumat (09/05/2025).
“Penurunan harga cabai merah tersebut bertepatan dengan libur panjang waisak. Sisi persediaan masih menjadi pemicu melemahnya harga cabai merah,” kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Minggu (11/5).
Selain harga cabai merah, kata Benjamin, harga cabai rawit juga alami penurunan dikisaran harga 21 ribu per Kg nya. Dua komoditas tersebut yang terpatau alami pelemahan pada perdagangan saat ini.
Sementara, sambungnya, untuk harga daging ayam terpantau alami kenaikan hingga mencapai 2.000 per Kg nya. Berdasarkan hasil pemantauan langsung di sejumlah pasar tradisional di kota–kota besar bagian Timur Sumatera Utara,” jelasnya.
“Harga daging ayam terpantau alami kenaikan dalam rentang 26 hingga 33 ribu per Kg. Pada dasarnya kenaikan harga daging ayam sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Pemicu kenaikan harga lebih dikarenakan oleh faktor supply yang alami tekanan, seiring dengan gangguan produksi yang terjadi sebelumnya karena serangan penyakit,” jelasnya.
Selebihnya, kata Benjamin, tidak ada perubahan harga pada komoditas pangan yang terjadi selama libur panjang akhir pekan dan waisak. Diproyeksikan penurunan harga cabai ini akan berlangsung hingga awal bulan depan. Harga cabai merah berpeluang alami tekanan seiring dengan membaiknya sisi pasokan karena peningkatan produksi di level petani.
Benjamin menjelaskan beberapa komoditas lain yang berpeluang turun diantaranya adalah minyak goreng, dipicu oleh penurunan harga CPO yang saat ini berada dikisaran 3.815 ringgit per ons troy nya. Sementara untuk komoditas daging ayam berpeluang bertahan mahal setidaknya hingga awal juni mendatang.
“Selain masalah gangguan penyakit yang sempat dialami peternak, penurunan harga daging ayam juga turut dipicu oleh tekanan harga yang sempat terjadi dibulan April sebelumnya,” ujarnya.
Selebihnya, kata Benjamin, komoditas bawang berpeluang bergerak stabil walaupun dengan kecenderungan turun. Dibulan ini, komoditas pangan pokok yang berpeluang turun lebi mendominasi dibandingkan dengan komoditas lain yang alami kenaikan. Sehingga Sumut lebih dominan merealisasikan delfasi pada bulan Mei dibandingkan dengan inflasi.














