LANGKAT

Lansia 72 Tahun di Langkat Rumahnya Rubuh, Butuh Bantuan Pemerintah dan Uluran Tangan Dermawan

×

Lansia 72 Tahun di Langkat Rumahnya Rubuh, Butuh Bantuan Pemerintah dan Uluran Tangan Dermawan

Sebarkan artikel ini
Lansia 72 Tahun di Langkat Rumahnya Rubuh
Kondisi rumah Lansia yang rubuh butuh bantuan pemerintah dan dermawan (Foto: LangkatTerkini.Com)

LangkatTerkini.Com – Di usia senja, Matani seharusnya menikmati ketenangan dan kenyamanan hidup. Namun realitas yang ia hadapi justru sebaliknya. Tinggal di sebuah rumah reot di Lingkungan I, Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Madhani hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Dapur rumahnya yang berdinding tepas dan atap tersebut tiba-tiba rubuh. Saat istrinya sedang memasak.  Istri meminta tolong kepada suaminya. 

Untuk memperbaiki rumahnya tersebut, ia tak memiliki uang. Dulu dirinya bekerja sebagai pengeruk pasir di sungai Wampu. Namun sekarang ia tak bisa lagi bekerja karena usia sudah tua. 

Saat ini, Ia bekerja membersihkan kebun milik warga sekitar, penghasilannya perbulan Rp200 ribu. Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia menjadi tukang kusuk apabila ada yang meminta pertolongan kepadanya. 

Rumah tempat tinggalnya jauh dari kata layak. Dinding papan sudah lapuk dimakan usia, atap bocor, dan tidak memiliki fasilitas sanitasi yang memadai serta tidak memiliki kompor gas. Di tengah keterbatasan fisik dan usia, Matani tetap bertahan hidup tanpa penghasilan tetap.

Lansia di Langkat
Seorang Lansia saat menceritakan kondisi rumahnya

Warga sekitar mengenal Matani sebagai sosok yang sabar dan tidak pernah mengeluh, meskipun jelas terlihat bahwa ia sangat membutuhkan bantuan. Hingga kini, belum ada perhatian signifikan dari pihak pemerintah maupun lembaga sosial terkait untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya atau memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Matani sangat membutuhkan bantuan, baik berupa perbaikan rumah, kebutuhan pokok harian, hingga dukungan lainnya. Masyarakat  yang memiliki kepedulian sosial diharapkan dapat turut serta meringankan beban hidup beliau. Pemerintah Kabupaten Langkat diharapkan segera bedah rumah Kakek tersebut.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, lembaga sosial, ataupun masyarakat umum untuk membantu Pak Matani. Rumahnya sangat tidak layak, dan beliau hidup bersama istrinya,” ujar Koordinator Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute) Sumut, Abdul Rahim Daulay yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Binjai.

Melalui kisah ini, Rahim berharap semoga banyak pihak yang tergerak hatinya untuk membantu. Karena setiap rakyat Indonesia berhak mendapatkan kesejahteraan sosial dan hidup layak.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *