LangkatTerkini.com – Kabupaten Langkat menyimpan salah satu warisan sejarah paling penting dalam perjalanan industri energi nasional. Di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, berdiri Sumur Minyak Telaga Tunggal 1, sumur minyak pertama di Indonesia yang menjadi tonggak lahirnya industri perminyakan nasional.
Dikutip LangkatTerkini.com dari laman resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat (disbudpar.langkatkab.go.id), Sabtu (1/8), Sumur Minyak Telaga Tunggal 1 bukan hanya sebuah peninggalan bersejarah, tetapi juga menjadi saksi awal eksplorasi minyak bumi di Nusantara.
Sejarah sumur tersebut bermula pada dekade 1880-an ketika pengusaha asal Belanda, Aeilko Jans Zijker, menemukan genangan air bercampur minyak di kawasan Telaga Said. Melihat potensi tersebut, Zijker membawa sampel minyak ke Batavia untuk diuji di laboratorium.
Hasil penelitian menunjukkan kandungan minyak bumi di kawasan tersebut mencapai sekitar 59 persen, sehingga mendorong dilakukannya eksplorasi lebih lanjut.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada 15 Juni 1885. Saat pengeboran mencapai kedalaman 121 meter, minyak bumi berhasil ditemukan dengan produksi sekitar 180 barel per hari atau setara lebih dari 86 ribu liter.
Penemuan itu menjadi tonggak penting karena menandai dimulainya industri perminyakan di Indonesia. Bahkan, jarak waktu penemuannya hanya sekitar 26 tahun setelah sumur minyak komersial pertama di dunia ditemukan di Titusville, Pennsylvania, Amerika Serikat, yang menunjukkan Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi energi dunia pada masa itu.
Hingga kini, Sumur Minyak Telaga Tunggal 1 masih berdiri kokoh. Kepala sumur asli yang terbuat dari besi dengan diameter sekitar 100 sentimeter dan tinggi 72 sentimeter masih terawat. Di kawasan tersebut juga terdapat Monumen 100 Tahun Perminyakan Indonesia yang diresmikan pada tahun 1985 sebagai penanda satu abad perjalanan industri minyak nasional.
Selain memiliki nilai sejarah, situs ini juga menjadi sarana edukasi mengenai teknologi pengeboran minyak pada masa kolonial sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Langkat sebagai daerah yang memiliki peran besar dalam sejarah energi Indonesia.
Atas nilai historisnya, Pemerintah Kabupaten Langkat pada tahun 2024 menetapkan Sumur Minyak Telaga Tunggal 1 sebagai Situs Cagar Budaya. Penetapan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah bagi generasi mendatang.
Keberadaan Sumur Minyak Telaga Tunggal 1 menjadi pengingat bahwa sejarah besar bangsa tidak selalu lahir dari kota-kota besar, melainkan juga dari sebuah desa di Kabupaten Langkat yang menjadi titik awal perjalanan Indonesia dalam mengelola sumber daya energi.
Kini, meski tidak lagi memproduksi minyak, Sumur Minyak Telaga Tunggal 1 tetap memiliki nilai yang sangat berharga sebagai simbol sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebanggaan masyarakat Langkat serta Indonesia.














