EKBIS

Harga Pangan Turun Buat Petani, Peternak Merugi, Sejumlah Bantuan Insentif Pemerintah Tengah Dicoba

×

Harga Pangan Turun Buat Petani, Peternak Merugi, Sejumlah Bantuan Insentif Pemerintah Tengah Dicoba

Sebarkan artikel ini
Makanan Bergizi Gratis
Gunawan Benjamin

LangkatTerkini.Com – Sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat belakangan ini mengalami penurunan. Tren penurunan terjadi setelah perayaan Idul Fitri dan berlanjut hingga saat in.

“Terbaru, harga daging ayam di kota medan serta beberapa kota besar lain bagian timur Sumut mengalami penurunan. Harga daging ayam ditransaksikan dalam rentang 21 hingga 28 ribu per Kg,” kata Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin di Medan (20/6/2025).

Sementara itu, jelasnya, harga daging sapi berada dikisaran 110 ribu hingga 130 ribu per Kg, cabai dijual dalam rentang 17 hingga 23 ribu per Kg, telur ayam ditransaksikan dalam rentang 1.200 hingga 1.800 per butir.

“Dan realisasi harga komoditas tersebut sudah merugikan produsen (petani/peternak), karena sebagian besar harga dijual dibawah harga pokok produksi,” kata Benjamin.

Tidak berhenti disitu, tambahnya, harga minyak goreng dan gula pasir belakangan ini juga mengalami penurunan dan saat ini dijual dalam rentang 17 ribu hingga 18.500 per Kg.

“Meskipun lebih dimotori oleh penurunan dari sisi HPP (harga pokok produksi). Salah satu pemicu utama memburuknya harga kebutuhan pokok adalah lemahnya belanja masyarkat,” jelasnya.

Untuk memulihkan belanja masyarakat, lanjutnya, belakangan pemerintah akan menggelontorkan sejumlah insentif seperti bantuan subsidi upah, diskon tarif transportasi, diskon tarif tol, bansos bantuan pangan, serta iuran kecelakaan kerja. Dari sekian banyak insentif yang ditawarkan BSU menjadi tumpuan dalam mengurai tekanan data beli masyarkat.

“Walaupun BSU menurut rencana pemerintah akan disalurkan kepada 17.3 juta pekerja, dari 95 juta pekerja (data BPS) dengan gaji dibawah 3.5 juta per bulan,” tambahnya.

“Artinya tidak semua pekerja yang berpenghasilan di bawah 3.5 juta akan mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) tersebut. Saat ini dunia pendidikan kita tengah melakukan ujian kenaikan kelas yang akan menguras belanja masyarakat,” jelasnya

Diungkapkan Benjamin, segala bentuk insentif yang dikeluarkan oleh pemerintah tentunya akan diuji efektifitasnya dalam memperbaiki daya beli masyarakat. Kalau hanya melihat dari sisi harga kebutuhan pokok yang naik, belum tentu sepenuhnya akan mencerminkan daya beli, karena masih ada sisi supply yang mempengaruhi.

“Yang paling penting adalah daya beli yang pulih termanifestasikan dengan penyerapan belanja dalam kuantitas barang dan jasa yang meningkat atau tercermin dari sejumlah indikator lain yang menunjukan adanya agregat permintaan,” tambahnya.

Lebih lanjut Benjamin menjelaskan karena bisa jadi segala bentuk insentif yang digelontorkan pemerintah hanya menjadi subtitusi pengeluaran akibat kenaikan kebutuhan hidup masyarakat jelang tahun ajaran baru. Yang bisa saja tidak signifikan dalam mendorong peningkatan konsumsi yang mencerminkan pemulihan daya beli.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *