EKBIS

Harga Kebutuhan Pokok di Medan Tetap Stabil saat Idul Fitri, Permintaan Naik Dua Kali Lipat

×

Harga Kebutuhan Pokok di Medan Tetap Stabil saat Idul Fitri, Permintaan Naik Dua Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
Harga Kebutuhan Pokok di Medan
Pasar Marelan

LangkatTerkini.Com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, masih terpantau terkendali menjelang Idul Fitri. Puncak belanja masyarakat diproyeksikan terjadi pada Kamis (19/03/2026).

Hal ini seiring dengan jadwal perayaan Idul Fitri yang berbeda di tengah masyarakat, yakni pada Jumat (20/03/2026) dan Sabtu (21/03/2026).

“Sebagian masyarakat dijadwalkan merayakan Idul Fitri pada Jumat dan Sabtu. Namun, secara umum harga kebutuhan pangan masih terkendali,” ujar Benjamin.

Ia menjelaskan, permintaan atau demand masyarakat meningkat signifikan, bahkan bisa mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari normal. Komoditas yang mengalami lonjakan permintaan tertinggi antara lain telur ayam, daging sapi, daging ayam, cabai, dan bawang.

Untuk harga, daging ayam terpantau stabil di kisaran Rp40.000 hingga Rp44.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi relatif stabil namun cenderung naik, berada pada kisaran Rp135.000 hingga Rp145.000 per kilogram, dibandingkan sehari sebelumnya di kisaran Rp130.000 hingga Rp145.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga bawang merah mengalami kenaikan dari sekitar Rp32.000 menjadi Rp36.000 per kilogram, sedangkan bawang putih naik dari kisaran Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.

Berbeda dengan komoditas lainnya, harga cabai merah justru mengalami penurunan tajam, dari Rp32.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.

“Penurunan harga cabai merah tidak terlepas dari meningkatnya pasokan yang mampu melampaui permintaan jelang Idul Fitri,” jelas Benjamin.

Secara keseluruhan, ia menegaskan bahwa harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Bahkan, realisasi harga saat ini lebih rendah dibandingkan periode menjelang Ramadan sebelumnya.

“Hal ini menunjukkan bahwa potensi kenaikan harga dapat diredam. Pemerintah juga melakukan berbagai upaya, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk komoditas daging sapi dan daging ayam,” tambahnya.

Menjelang Idul Fitri, permintaan masyarakat memang cenderung lebih tinggi dibandingkan hari besar lainnya dalam satu tahun. Namun, pada Jumat (20/03/2026), aktivitas belanja diperkirakan menurun dibandingkan hari sebelumnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pada hari Lebaran hingga H+2, banyak pedagang yang menutup lapaknya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan pasar.

“Masyarakat disarankan tidak berbelanja dalam jumlah besar pada periode tersebut, karena harga komoditas bisa naik di luar kewajaran,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *