LangkatTerkini.Com – Setelah perang pecah antara AS dengan Iran, harga emas terpantau alami kenaikan. Mendekati level psikologia 5.300, atau berada di kisaran harga 5.287 per ons troy.
“Atau alami kenaikan menjadi sekitar 2.9 juta per gram nya. Harga emas melonjak di tengah memburuknya tensi geopolitik di Timur Tengah,” kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin di Medan, Minggu (2/3/2026).
Namun, jelasnya, harga yang diperoleh saat ini adalah harga yang terbentuk di hari libur akhir pekan. Dimana memang pasar pada dasarnya tengah berada di hari libur. Harga emas masih berpeluang untuk kembali naik pada perdagangan Senin mendatang. Harga emas berpeluang melonjak tajam saat perdagangan di buka nantinya.
“Saya masih mempertahankan proyeksi bahwa harga emas berpeluang naik ke level $5.750 per ons troy di tengah memburuknya eskalasi perang. Walaupun pelaku pasar pada umumnya masih menanti bagaimana eskalasi yang terbentuk di saat perdagangan dibuka. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda kuat yang bisa meredam tensi politik yang masih memanas sejauh ini,” kata Benjamin.
Saat ini, tambahnya, serangan Iran telah meluas ke negara teluk, tempat dimana ada pangkalan militer AS. Ketegangan bisa saja kian memburuk jika seandainya terjadi serangan balasan dari negara di wilayah Timur Tengah terhadap Iran.
“Harga emas akan memanfaatkan situasi ini untuk terus berada di zona hijau. Semakin tinggi eskalasi perang diwilayah selat hormus, maka semakin besar peluang harga emas untuk lanjutkan tren naik,” ungkapnya.
(Abdul Rahim)










