LangkatTerkini.Com – Kondisi jalan rusak penghubung Desa Sambirejo dan Kelurahan Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan. Selain mengalami kerusakan parah, warga juga mengeluhkan debu dari timbunan material jalan yang dinilai dapat mengganggu kesehatan hingga masuk ke rumah-rumah penduduk.
Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Langkat, Wahyudiharto, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan perbaikan permanen terhadap jalan tersebut sesuai komitmen Bupati Langkat.
“Untuk perbaikan jalan Insya Allah tahun ini, sesuai komitmen Pak Bupati, tahun ini akan diselesaikan,” ujar Wahyudiharto saat dimintai konfirmasi LangkatTerkini.Com, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Langkat saat ini masih melakukan penanganan sementara menggunakan material tanah, pasir, dan batu sambil menunggu proses pengaspalan permanen.
Dalam pengerjaan sementara tersebut, Dinas PUTR Langkat menurunkan dua unit alat berat jenis drum roller dan motor grader, empat truk material base course (beskos), serta satu unit truk tangki air untuk penyiraman jalan guna mengurangi debu.
![Jalan Rusak Sambirejo-Kwala Begumit Dikeluhkan Warga]](https://langkatterkini.com/wp-content/uploads/2026/05/Jalan-Rusak-Sambirejo-Kwala-Begumit-Dikeluhkan-Warga-e1779933972221.jpeg)
Ia menambahkan, langkah penanganan sementara dilakukan sembari menunggu ketersediaan anggaran pembangunan jalan permanen.
“Kemarin Selasa, 26 Mei, melalui Dinas PUTR, sudah menutup dan meratakan sebagian jalan yang rusak parah, dan penyiraman dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup,” pungkas Wahyudiharto yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Langkat.
Sebelumnya diberitakan, jalan di kawasan Sambirejo-Kwala Begumit sempat viral karena warga menanam pohon pisang di tengah badan jalan sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Kini, pohon pisang tersebut telah dicabut dan jalan ditimbun menggunakan pasir serta material batu. Namun, kondisi itu justru memunculkan persoalan baru karena debu beterbangan saat kendaraan melintas, terutama pada siang hari saat cuaca panas.
Debu bahkan masuk ke rumah warga dan dikeluhkan dapat memicu gangguan kesehatan seperti batuk, tenggorokan gatal, bersin-bersin, hingga sesak napas.
“Makin parah jalan ini, bosan sudah lihat jalan ini. Kami lewat saja debunya masuk ke hidung dan bisa menimbulkan penyakit pernapasan,” ujar Wahyuni, warga setempat, kepada LangkatTerkini.Com, Kamis (28/5).
Warga berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan permanen agar aktivitas masyarakat kembali nyaman dan tidak membahayakan kesehatan pengguna jalan maupun warga sekitar.














