LangkatTerkini.Com – Anggota DPRD Kota Binjai, Ronggur Raja Doli Simorangkir mendampingi anggota DPR RI, Ade Jona Prasetyo, dalam inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Bahan Bakar Medan milik PT Pertamina, Rabu (15/7/2026). Sidak dilakukan untuk memastikan penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.
Sebelum sidak, Ade Jona memimpin rapat koordinasi selama lebih dari dua jam bersama sejumlah pihak terkait untuk membahas persoalan distribusi BBM. Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan DPRD Sumatera Utara, DPRD Kota Binjai, serta Wakil Wali Kota Medan.
Ronggur menilai langkah cepat yang dilakukan Ade Jona menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat yang terdampak kelangkaan BBM.
“Di Senayan butuh lebih banyak lagi sosok seperti Ketua Ade Jona Prasetyo. Beliau masih muda, berani, taktis, dan total ketika menyangkut kepentingan rakyat,” ujar Ronggur sebagaimana dikutip LangkatTerkini.Com di akun Facebook Ronggur.

Dalam sidak tersebut, Ade Jona memastikan pemerintah bersama Pertamina dan PT Elnusa Petrofin tengah berupaya mempercepat normalisasi distribusi BBM. Salah satunya dengan menambah 161 armada distribusi serta mendatangkan sekitar 100 sopir tangki dari sejumlah daerah untuk memperkuat penyaluran BBM di Sumatera Utara.
Namun demikian, Ronggur mempertanyakan penjelasan yang menyebut kelangkaan BBM dipicu dugaan fraud yang menyebabkan 125 sopir truk tangki dirumahkan.
Menurutnya, alasan tersebut sulit diterima apabila perusahaan telah memiliki sistem pengawasan dan mitigasi yang baik.
“Kalau benar ada 125 sopir dirumahkan karena dugaan fraud, berarti persoalan ini sudah berlangsung cukup lama. Seharusnya ada langkah antisipasi sehingga tidak sampai mengganggu distribusi BBM dan merugikan masyarakat,” katanya.
Politisi tersebut juga meminta agar pemerintah dan aparat berwenang melakukan investigasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi BBM yang melibatkan Pertamina dan PT Elnusa Petrofin. Ia menilai gangguan distribusi yang berkepanjangan telah memberikan dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kelangkaan BBM bukan sekadar persoalan teknis. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor transportasi. Karena itu, persoalan ini harus diusut secara transparan agar penyebabnya benar-benar diketahui,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Ade Jona Prasetyo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan PT Elnusa Petrofin untuk mempercepat distribusi BBM ke seluruh wilayah Sumatera Utara.
Ia optimistis pasokan BBM akan kembali normal dalam waktu dekat setelah armada distribusi dan tenaga pengemudi tambahan mulai beroperasi.
“Kami memastikan stok BBM tersedia dan proses distribusi terus dipercepat. Penambahan armada dan pengemudi diharapkan mampu mempercepat penyaluran ke seluruh SPBU di Sumatera Utara,” ujar Ade Jona yang juga Ketua Partai Gerindra Sumut itu.
Pemerintah bersama Pertamina diharapkan dapat segera menuntaskan persoalan distribusi sehingga antrean panjang di sejumlah SPBU dapat teratasi dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.














