LangkatTerkini.Com – Warga Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, mengaku kecewa terhadap hasil pekerjaan pengerasan jalan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Langkat. Pasalnya, jalan yang baru beberapa hari selesai dikerjakan tersebut sudah mengalami kerusakan parah.
Masyarakat menilai pengerjaan pengerasan aspal itu dilakukan asal jadi dan tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan.
“Diduga asal jadi. Umur jalan baru sekitar satu minggu, tapi sudah hancur di Dusun 11 Desa Pangkalan Siata,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada LangkatTerkini.Com, Sabtu (3/1/2026).
Sebelumnya, pada April 2025, telah digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi D DPRD Langkat dengan Dinas PUTR Langkat, Pengurus Harian Anak Muda Pangkalan Susu (AMPAS), PT Karimun Aromatic, serta Kepala Desa Pematang Siantar. Dalam RDP tersebut, dikabarkan anggaran pengerasan jalan mencapai sekitar Rp500 juta.
Ketua Anak Muda Pangkalan Susu (AMPAS) Raya Samosi menyampaikan kepada LangkatTerkini.Com rincian anggaran perbaikan jalan dan jembatan yang merupakan hasil RDP bersama Dinas PUTR Langkat.
Adapun rincian anggaran dari desa sebagai berikut:
– Dusun 3: panjang 850 x 3 meter dengan anggaran Rp158 juta
– Dusun 5: panjang 400 x 3 meter dengan anggaran Rp87 juta
– Dusun 10: panjang 500 x 2 meter dengan anggaran Rp65 juta
Seluruh pekerjaan tersebut berada di jalan protokol Desa Pangkalan Siata.
Sementara itu, dari PUTR melalui Perubahan APBD (P-APBD), dialokasikan:
– Rp500 juta untuk perkerasan jalan sepanjang 1 kilometer
– Rp400 juta untuk rehabilitasi jembatan gantung
Hingga berita ini diterbitkan, LangkatTerkini.Com telah berupaya mengonfirmasi Kepala Dinas PUTR Langkat, Khairul Azmi. Namun, nomor kontak yang bersangkutan tidak aktif. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa yang bersangkutan kerap berganti nomor telepon.
Sebagai bentuk keberimbangan, LangkatTerkini.Com membuka ruang bagi Dinas PUTR Langkat untuk menyampaikan hak jawab dan klarifikasi terkait permasalahan tersebut.
(Abdul Rahim)














