LANGKAT

Banjir Babalan: Lansia Meninggal Tak Tertolong, Ibu Hamil Diselamatkan dengan Truk di Tengah Arus Dua Meter

×

Banjir Babalan: Lansia Meninggal Tak Tertolong, Ibu Hamil Diselamatkan dengan Truk di Tengah Arus Dua Meter

Sebarkan artikel ini
Banjir Babalan Lansia Meninggal
Seorang lansia di Gang Umar Pelawi Utara Kecamatan Babalan saat di atas tempat tidur yang butuh di evakuasi pada Kamis, 27 November 2025. (Foto: tangkapan layar video)

LangkatTerkini.Com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Langkat mengakibatkan banjir melanda Kecamatan Babalan, Sumatera Utara. Kondisi darurat ini membuat dua warga di Gang Umar, Desa Pelawi Utara, membutuhkan pertolongan segera menggunakan perahu karet: seorang ibu hamil bernama Heny Astuti Wijaya dan seorang lansia M Rum (70) yang sedang sakit.

“Dua warga, seorang ibu yang hendak melahirkan dan seorang lansia, membutuhkan pertolongan BPBD Langkat,” ujar Syafril kepada LangkatTerkini.Com, Kamis pagi (27/11/2025).

Kepala Dinas Kominfo Langkat, Wahyudiharto, ditegaskan telah meneruskan laporan warga tersebut.

“Sudah saya teruskan ke camat dan BPBD ya, bang,” katanya saat dihubungi.

Pihak LangkatTerkini.Com juga mencoba menghubungi Bupati Langkat, H. Syah Afandin, namun pertolongan dari BPBD dan pemerintah kecamatan tak kunjung datang.

Akibat keterlambatan penanganan, lansia yang sakit itu akhirnya meninggal dunia setelah diselamatkan secara bergotong-royong oleh warga.

“Warga harus menggendong melewati air setinggi dua meter dengan arus deras,” kata Syafril, Kamis malam (4/12).

Lansia tersebut menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 2 Desember 2025, di RS Pertamina Pangkalan Brandan.

Sementara itu, ibu yang hendak melahirkan berhasil dievakuasi dengan menggunakan truk satu-satunya kendaraan yang mampu menembus banjir.

“Kami naikkan truk karena hanya itu yang bisa melewati banjir,” jelas Syafril.

Ibu tersebut akhirnya selamat melahirkan bayi laki-laki di RS Mahkota Bidadari.

“Alhamdulillah ibu dan bayinya selamat,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi kembali pada Kamis malam (4/12), Kadis Kominfo Langkat Wahyudiharto menjelaskan alasan lambatnya bantuan.

“Sudah saya teruskan ke BPBD, bang. Pada waktu itu ada tujuh kecamatan yang juga terendam,” ujarnya.

(Tim LangkatTerkini.Com)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *