EKBIS

Perang Timur Tengah Picu Antrian Panjang di SPBU, Panic Buying Memperburuk Keadaan

×

Perang Timur Tengah Picu Antrian Panjang di SPBU, Panic Buying Memperburuk Keadaan

Sebarkan artikel ini
Kementerian ESDM Putuskan Harga Minyak Mentah Mei 2024 Turun

LangkatTerkini.Com – Saat ini masyarakat mengeluhkan antrian panjang di SPBU untuk membeli BBM (Bahan Bakar Minyak). Perang antara Iran – AS/Israel menjadi pemicu utama kepanikan masyarakat.

Menurut Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin  mendorong terjadinya aksi panic buying. Meskipun disisi lainnya pemerintah sudah menegaskan bahwa stok BBM kita aman. Namun sejauh ini pernyataan tersebut belum mampu meredakan kekuatiran warga.

“Panic buying yang dilakukan warga tentunya memperburuk keadaan. Karena dampaknya memicu antrian panjang, memperburuk keresahan, distribusi BBM menjadi timpang, hingga berpotensi mengganggu aktifitas ekonomi masyarakat khususnya bagi kendaraan niaga barang dan jasa. Meskipun demikian panic buying tidak memicu inflasi, karena sekalipun terjadi peningkatan permintaan, namun harga BBM tetap bertahan stabil,” kata Benjamin di Medan, Jumat (6/3/2026).

Perang antara Iran dengan AS yang masih berlangsung saat ini, ungkap Benjamin, telah memicu kenaikan harga minyak mentah dunia serta ditutupnya Selat Hormuz telah meracuni pikiran masyarakat. Ada dua isu utama setidaknya yang membuat masyarakat melakukan panic buying. Pertama, penutupan selat hormuz berpotensi mengganggu ketersediaan BBM sehingga berpeluang memicu kelangkaan.

Kedua, kenaikan harga minyak mentah dunia berpeluang mendorong terjadinya kenaikan harga BBM di tanah air. Untuk poin yang kedua dampaknya memang akan dirasakan instan, karena harga BBM non subsidi jelas naik harga disaat harga minyak mentah dunia alami kenaikan. 

“Namun untuk BBM bersubsidi ini sangat tergantung dari kebijakan pemerintah. Sehingga panic buying saat ini harus dibarengi dengan kemampuan pemerintah untuk memenuhi potensial demand dari masyarakat,” kata Benjamin.

Benjamin menjelaskan untuk meredakan panic buying maka yang perlu dibangun oleh pemerintah adalah trust atau kepercayaan. Pemerintah harus bisa membangun narasi yang menentramkan dan diikuti dengan upaya untuk memastikan bahwa kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi. 

Bagi masyarakat, kata Benjamin, sebaiknya tidak melakukan panic buying dan tetap membeli sesuai dengan kebutuhannya.

“Perang memang bisa merubah segala kemungkinan kebijakan yang akan diambil pemerintah. Perang memang sudah pasti akan merubah tatanan distribusi barang dan jasa. Namun panic buying hanya akan memperburuk keadaan, dan masyarakat sendiri yang akan merasakan dampak buruknya. Sejauh ini saya belum melihat dampak panic buying terhadap lompatan harga kebutuhan pokok masyarakat,” kata Benjamin.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *