EKBIS

Harga Cabai Mulai Turun, Peran Bulog Akan Menentukan Harga Beras Kedepan yang Berpeluang Naik

×

Harga Cabai Mulai Turun, Peran Bulog Akan Menentukan Harga Beras Kedepan yang Berpeluang Naik

Sebarkan artikel ini
Harga Cabai Mulai Turun
Cabai yang dijual di Pasar Tradisional (Foto: Istimewa)

LangkatTerkini.Com – Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) mengatakan harga cabai merah mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. 

“Di sejumlah wilayah perkotaan dataran rendah Sumut, harga cabai merah diperdagangkan dalam rentang 60 hingga 75 ribu per Kg,” jelas Benjamin di Medan, Kamis (16/10/2025). 

Namun, kata Benjamin, untuk wilayah Berastagi atau pengunungan, harga cabai merah masih ada yang dijual 100 ribu per Kg. Lanjutnya, tidak menutup kemungkinan ada harga cabai merah yang dijual di bawah 60 ribu per Kg nya.

Selanjutnya, jelasnya, harga cabai rawit dan cabai hijau juga alami penurunan pada hari ini. Cabai rawit ditransaksikan dikisaran 28 hingga 35 ribu per kg. 

“Sementara itu cabai hijau ditransaksikan dikisaran harga 25 hingga 35 ribu per kg. Selanjutnya harga tomat juga turun dikisaran 7 ribuan per kg, setelah sempat menyentuh 10 ribu pada perdagangan sehari sebelumnya,” jelasnya. 

Selebihnya, kata Benjamin, untuk komoditas pangan terpantau stabil. Seperti minyak goreng yang masih dalam rentang 17.500 hingga 18.500 per kg. Gula pasir yang ditransaksikand alam rentang 17 hingga 18.500 per kg. 

Sementara itu, sambungnya, harga daging ayam 28 hingga 35 ribu per Kg, telur ayam 1.400 hingga 2.100 per butir, bawang merah dan bawang putih yang berada dalam rentang 28 hingga 35 ribu per kg.

“Harga beras juga ditransaksikan stabil dalam rentang 13.300 hingga 13.800 per Kg di level produsen (kilang). Ada banyak komoditas pangan yang berpeluang sangat volatile seiring dengan tingginya curah hujan belakangan ini,” kata Benjamin. 

Namun, kata Benjamin, yang paling terdampak dari musim hujan ini adalah jenis tanaman pangan hortikultura.

“Akan tetapi komoditas beras juga berpeluang naik meskipun tidak begitu terpenagruh dengan kondisi cuaca. Harga gabah saat ini sudah merangkak naik dikisaran 7.000 per Kg,” kata Benjamin. 

Lebih jauh Benjamin mengatakan, yang berpeluang memicu kenaikan harga beras dalam jangka pendek. Dan musim panen padi yang mulai usai juga berpeluang memicu kenaikan harga beras.

Benjamin mengatakan, potensi kenaikan pada harga beras berpeluang terjadi dikuartal keempat tahun ini. Namun potensi paling besar terjadi di bulan desember. 

“Saya menghitung ada potensi naik 1.000 hinggga 2.000 per kg nya. Namun denganc adangan beras yang cukup signifikan sekitar 60 ribu ton di Bulog Sumut,” jelas Benjamin

Benjamin mengatakan cukup untuk meredam potensi kenaikan harga beras di akhir tahun. Kuncinya ada pada distribusi beras yang dilakukan Bulog nantinya. 

“Karena jika 60 ribu ton itu didistribusikan dalam kurun waktu satu bulan saja, beras Bulog akan menguasai lebih dari 50% pangsa pasar beras di Sumut, bisa menjadi market maker,” jelasnya.

(Abdul Rahim)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *