BERITA UTAMALANGKAT

Ratusan Ribu Warga Langkat Terdampak Banjir, 19.434 Mengungsi, 11 Warga Meninggal Dunia

×

Ratusan Ribu Warga Langkat Terdampak Banjir, 19.434 Mengungsi, 11 Warga Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Banjir di Wampu
Banjir merendam rumah warga di Desa Stungkit Kecamatan Wampu Langkat Sumatera Utara, Kamis (27/11/2025).

LangkatTerkini.Com – Ribuan rumah warga masih tergenang banjir di sejumlah Kecamatan Kabupaten Langkat Sumatera Utara di sejumlah kecamatan.

Dari amatan wartawan, banjir masih bertahan di Kecamatan Tanjung Pura, Padang Tualang, Wampu dan Sawit Sebrang.

Ke empat kecamatan tersebut merupakan kecamatan yang dilintasi oleh sungai Batang Serangan yang masih meluap pasca hujan ekstrem yang terjadi pekan lalu. Ketinggian banjir yang merendam rumah warga 50-200 cm.

Begitu juga dengan Kecamatan Secanggang, Binjai, Hinai, dan Gebang, sebagian wilayahnya masih tergenang banjir dengan ketinggian 30-70 cm.

Sedangkan untuk kecamatan Babalan, Sei Lepan, Pangkalan Susu, Pematang Jaya dan Besitang, banjir sudah mulai surut meski belum seluruhnya.

Sebagian warga yang berada di pengungsian telah kembali ke rumahnya.

Sementara itu berdasarkan data posko terpadu penanggulangan bencana banjir Langkat,  Sekda Langkat H. Amril menyampaikan perkembangan terbaru berdasarkan data sementara dampak banjir per 2 Desember 2025.

“Banjir masih melanda 16 kecamatan, yakni Brandan Barat, Gebang, Besitang, Babalan, Pangkalan Susu, Pematang Jaya, Sei Lepan, Tanjung Pura, Padang Tualang, Sawit Seberang, Batang Serangan, Stabat, Wampu, Binjai, Hinai, dan Secanggang,” ujar Amril dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).

Selain itu jumlah jiwa terdampak sebanyak 437.480 jiwa. Jumlah kepala keluarga (KK) terdampak sebanyak 115.979 KK. 

Sedangkan jumlah warga yang mengungsi berjumlah  19.434 jiwa. Jumlah korban meninggal dunia 11 orang.

“Ribuan rumah dan fasilitas umum masih terendam dengan ketinggian air antara 50–200 cm, mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah,” kata Sekda.

Sekda menegaskan perlunya langkah cepat dan terpadu mengingat curah hujan yang masih tinggi.

“Penanganan harus dilakukan segera agar tidak terjadi dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *