LangkatTerkini.Com – Pihak Sinergi Gula Nusantara (SGN) hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait pembakaran tebu di lahannya yang diduga memicu kecelakaan beruntun di Tol Binjai–Stabat KM 25 pada Rabu (4/3/2026).
Untuk menjaga keberimbangan berita, LangkatTerkini.com mencoba mendatangi kantor PT SGN di Kwala Madu, Sidomulyo Binjai, Kabupaten Langkat, pada Kamis (5/3/2026).
Saat tiba di kantor PT SGN, wartawan LangkatTerkini.com sempat menemui beberapa karyawan. Namun, mereka mengaku tidak dapat memberikan keterangan dan mengarahkan wartawan kepada petugas keamanan yang berjaga.
“Kami di sini hanya karyawan, bang,” ujar salah seorang karyawan.
Petugas keamanan kemudian meminta wartawan LangkatTerkini.com mengisi buku tamu sebagai bukti bahwa pernah datang untuk melakukan konfirmasi. Wartawan juga diminta meninggalkan nomor telepon yang dapat dihubungi.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak PT SGN belum menghubungi kembali LangkatTerkini.com untuk memberikan klarifikasi.
Salah seorang petugas keamanan bernama Fajar juga menyampaikan bahwa tidak ada manajer maupun humas yang berada di kantor saat itu.
“Tidak ada bos, sepi hari ini. Pimpinan juga tidak ada di sini semuanya,” kata Fajar.

Sebelumnya diberitakan, Kasat Lantas Polres Binjai, Iptu Indra Jansen Girsang, saat dikonfirmasi LangkatTerkini.com pada Kamis (5/3/2026), mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.
“Mohon maaf bang, sampai dengan saat ini belum ada kami dapat laporan. Dan itu kejadiannya di jalan tol, ada personel khusus jalan tol,” ujarnya.
Di sisi lain, Kanit Tol Ditlantas Polda Sumut, AKP Relapang Sitepu, menyampaikan keterangan resmi dari PT Hutama Karya (HK) selaku pengelola ruas tol.
Dalam rilis yang disampaikan Manajer Cabang Ruas Tol Binjai–Langsa PT Hutama Karya (Persero), disebutkan bahwa saat petugas patroli melakukan observasi jalur dari Stabat menuju Binjai, mereka menemukan titik api di lahan milik SGN di sekitar KM 25+400 jalur B.

Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman awal. Namun api terbawa angin dan menjalar hingga ke area Right of Way (ROW) jalan tol. Kebakaran tersebut menimbulkan asap tebal yang menutupi jalur utama tol sehingga mengganggu jarak pandang pengendara.
Petugas patroli kemudian berkoordinasi dengan petugas Senkom untuk menghubungi pemadam kebakaran serta mengerahkan mobil tangki air karena api semakin membesar.
Di tengah proses pengamanan jalur oleh petugas, terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan, yakni Mitsubishi Xpander, Ford Ranger, dan satu kendaraan golongan III.
Kendaraan golongan III tersebut kemudian melanjutkan perjalanan, sementara Mitsubishi Xpander dan Ford Ranger dievakuasi ke Gerbang Tol Tanjung Pura.
Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dan mobil water tank pada pukul 16.01 WIB. Kondisi lalu lintas di lokasi kejadian dilaporkan kembali normal sekitar pukul 16.45 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas sempat terganggu dan dilaporkan terdapat korban luka. Penanganan kejadian dilakukan oleh PT Hutama Karya bersama pihak terkait.
PT Hutama Karya juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar mematuhi aturan berkendara, menjaga kecepatan maksimal 80 km/jam, memastikan kondisi kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta tidak mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk demi keselamatan bersama.
Hingga saat ini, publik masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas korban dalam kecelakaan tersebut.












