LangkatTerkini.Com – Ribuan masyarakat menghadiri peringatan 40 hari wafatnya Almarhum H. M. Nur Abu Bakar Budiman, pendiri RSU Bidadari Group dan Pondok Pesantren Nur Ar-Radiyyah, yang digelar di rumah duka di Jalan Sisingamangaraja (SM Raja) No. 80 B, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Binjai, Sumatera Utara, Kamis (16/7/2026) malam sekitar pukul 20.30 WIB.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, pejabat, serta ribuan jemaah yang datang untuk mendoakan almarhum.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ustaz Hilman Fauzi yang menyampaikan tausiah, Tuan Guru Babussalam Syekh Dr. Zikmal Fuad, M.A., serta Ustaz H. Zul Arafah yang memimpin zikir dan doa bersama. Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin Tuan Guru Babussalam Syekh Dr. Zikmal Fuad, M.A.
Keempat putra-putri almarhum dan cucu tampak berada di barisan depan bersama keluarga, mengikuti zikir, doa, serta mendengarkan tausiah dengan penuh khidmat.
Dalam kesempatan itu juga ditayangkan sebuah video yang mengenang perjalanan hidup dan berbagai amal kebaikan almarhum semasa hidup. Video tersebut menampilkan kiprah H. M. Nur Abu Bakar Budiman dalam membangun masjid, melaksanakan kegiatan bakti kesehatan, serta mendirikan rumah sakit di Aceh dan Sumatera Utara.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama serta Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sumatera Utara saat ini dijabat oleh Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nasrullah Nasution.
Dalam tausiahnya, Ustaz Hilman Fauzi menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan peringatan 40 hari bukan sekadar mengenang almarhum, melainkan menjadi momentum untuk memperbanyak zikir dan mengingat Allah SWT.
“Sesungguhnya kita semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Jika seseorang semasa hidupnya tidak dikenal sebagai pribadi yang baik, tentu tidak akan begitu banyak orang yang hadir mendoakannya seperti malam ini,” ujar Ustaz Hilman.
Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk meneladani kehidupan almarhum yang dikenal gemar membangun masjid, membantu masyarakat, serta memberikan manfaat melalui pelayanan kesehatan.
“Selama hidup, jadilah pribadi yang baik. Belajarlah untuk selalu bersyukur ketika diberi nikmat. Kaya belum tentu dimuliakan, miskin belum tentu dihinakan. Yang paling utama adalah amal kebaikan yang akan terus dikenang,” pesannya.
Ustaz Hilman menjelaskan bahwa kehidupan manusia melewati beberapa fase, yakni alam ruh, alam rahim, alam dunia, dan alam kubur. Menurutnya, meski jasad almarhum telah tiada sejak wafat pada 7 Juni 2026, amal dan kebaikan yang ditinggalkan akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.




















