LangkatTerkini.Com – Melayu Langkat Bersatu menggelar aksi demontrasi di Depan Kantor Bupati Langkat, Kamis (2/10/2025). Koordinator aksi sempat adu argumen dengan Perwakilan Satpol PP.
Koordinator aksi Wan Arif menilai oknum Kadis di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat ‘mengindahkan’ Peraturan Bupati Langkat. Dimana pakaian melayu ada yang dipakai dan tidak saat hari Jumat. Karena oknum Kadis di Langkat tidak menjalan instruksi Bupati Langkat.
Adapun, sebut Arif , Peraturan Daerah Kabupaten Langkat Nomor 4 Tahun 2024 Tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah, Peraturan Bupati Langkat Nomor 34 Tahun 2024 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 Tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah dan Instruksi Bupati Langkat Nomor 430-19/Ins/2025 Tentang Pelaksanaan Peraturan Bupati Langkat Nomor 34 Tahun 2024 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 Tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Kami menilai masih banyak Pimpinan OPD/Kepala Dinas beserta jajarannya yang mampu dan atau tidak ingin mengimplementasikan Regulasi Pemajuan Kebudayaan Daerah tersebut,” kata Arif.

Maka dari itu, Melayu Langkat Bersatu menyampaikan Maklumat kepada Pemerintah Daerah Kab. Langkat sebagai berikut:
1. Kepada Bupati Langkat, untuk dapat menindak tegas dan mengganti Pimpinan OPD/Kepala Dinas yang tidak ingin dan tidak mampu mengimplementasikan Regulasi Pemajuan Kebudayaan Daerah khususnya Instruksi Bupati Langkat Nomor 430-19/Ins/2025 Tentang Pelaksanaan Peraturan Bupati Langkat Nomor 34 Tahun 2024 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 Tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah Kab. Langkat.
2. Kepada Bapak Bupati Langkat, kami meminta kepada Bapak untuk Segera mengganti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Langkat karena kami nilai sudah terlalu lama menjabat dan tidak ada perbaikan maupun kemajuan disektor Kebudayaan dan Pariwisata. Karena Pimpinan OPD/Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Langkat adalah ujung tombak di dalam mengimplementasikan Regulasi Pemajuan Kebudayaan.
Menanggapi tuntutan massa, Bupati Langkat H Syah Afandin berjanji akan mengembalikan situs melayu termasuk juga makam-makam pendiri Melayu.
“Insya Allah akan kita tindaklanjuti dengan segera, artinya sebagai putra Melayu saya bangga, ini menjadi dukungan moril untuk saya nanti ke depan. Dalam waktu dekat saya akan tidak lanjuti persoalan pakaian adat melayu dan masalah makam dan situs melayu yang kondisinya tidak layak, akan kita perbaiki secara bertahap,” ungkpanya.
Kemudian, Ondim berjanji akan mengadakan pagelaran Melayu dalam suasana lebih meriah.














