example bannerexample banner
BINJAI

Dialog Kebangsaan di Binjai, Pemko dan DPD RI Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

×

Dialog Kebangsaan di Binjai, Pemko dan DPD RI Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

Sebarkan artikel ini

LangkatTerkini.Com – Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PIKI Kota Binjai menjadi ruang diskusi untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan semangat nasionalisme di tengah keberagaman masyarakat.

example banner

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Komite II DPD RI sekaligus Anggota MPR RI, Dr. Badikenita Putri Br. Sitepu, S.E., S.H., M.Si., dan dihadiri Staf Ahli Wali Kota Binjai Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Gloria Sinulingga, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Wali Kota Binjai.

Kegiatan berlangsung di Aula Pertemuan Biestro Indonesia, Jalan Diponegoro, Kota Binjai, pada Sabtu (10/10/2026).

Dalam sambutannya, Gloria menyampaikan apresiasi atas kehadiran Badikenita Putri Br. Sitepu beserta rombongan untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Menurutnya, dialog kebangsaan menjadi salah satu ruang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.

example banner

Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang merupakan bagian dari keberagaman bangsa yang perlu dijaga melalui sikap toleransi, gotong royong, serta saling menghargai.

“Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang bukanlah alasan untuk terpecah, tetapi merupakan kekayaan yang harus kita jaga melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika, toleransi, gotong royong, dan saling menghargai,” ujar Gloria.

example banner

Ia berharap dialog tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen bangsa dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan Kota Binjai.

Dialog Kebangsaan di Binjai
Ketua Komite II DPD RI sekaligus Anggota MPR RI, Dr. Badikenita Putri Br. Sitepu, S.E., S.H., M.Si., dan dihadiri Staf Ahli Wali Kota Binjai Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Gloria Sinulingga, S.Pd., M.Pd., (Foto: Dinas Kominfo Binjai)

Sementara itu, Badikenita Putri Br. Sitepu menekankan bahwa nasionalisme perlu diwujudkan melalui persatuan dan kesediaan masyarakat untuk hidup berdampingan di tengah perbedaan. Ia juga menyoroti peran organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, dan berbagai komunitas dalam menumbuhkan semangat kebangsaan.

example banner

Menurut Badikenita, perbedaan organisasi, agama, suku, maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bekerja sama menjaga keutuhan bangsa.

“Nasionalisme itu ketika kita mampu bersatu di tengah perbedaan. Kita boleh berbeda organisasi, berbeda agama, berbeda suku, dan latar belakang, tetapi kita tetap berada dalam satu rumah besar, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Inilah yang harus terus kita jaga dan perkuat bersama,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Badikenita juga memaparkan peran Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam mewakili kepentingan daerah di tingkat nasional, serta kedudukan DPD RI bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).

Ia turut menekankan pentingnya pemahaman dan penerapan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dialog kebangsaan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar pandangan, menyampaikan aspirasi, serta membahas persoalan yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan DPD PIKI Provinsi Sumatera Utara, Ketua DPC PIKI Kota Binjai Terang Muli Sembiring, S.Sos., beserta jajaran pengurus DPC PIKI Kota Binjai, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Binjai, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi, serta peserta dialog kebangsaan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *