LangkatTerkini.Com – Ustaz Das’ad Latif menyinggung peran anggota DPRD yang dipilih langsung oleh rakyat. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh uang saat pemilihan, karena hal tersebut dapat melahirkan pemimpin yang tidak amanah.
Hal itu disampaikan Ustaz Das’ad Latif dalam Tausiahnya di Hari Jadi Langkat ke 276 di Alun-Alun Tengku Amir Hamzah, Jumat sore (16/1/2026).
Menurutnya, masyarakat harus memilih wakil rakyat bukan karena uang atau isi tasnya, melainkan karena moralitas dan integritasnya.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Das’ad Latif menyampaikan bahwa jika ingin Kabupaten Langkat berjaya, ada empat rahasia utama, salah satunya adalah menebarkan keselamatan. Ia mencontohkan peran kepolisian yang harus memberikan rasa aman kepada masyarakat dan tidak menodai seragam cokelat yang mereka kenakan.
Ia juga menyinggung viralnya kasus di media sosial terkait oknum pelawak yang menghina kepolisian. Ustaz Das’ad mengajak masyarakat untuk mencintai polisi, namun menegaskan bahwa polisi juga harus menjadi penyelamat, pengayom, dan pelindung masyarakat.
Sementara itu, ia menekankan agar anggota DPRD berani berbicara ketika ada masalah di tengah masyarakat. Jangan sampai rakyat yang berbicara lebih dulu, karena dikhawatirkan akan berujung pada tindakan anarkis. Menurutnya, menegur DPR atau pemerintah bukan dengan cara membakar kantor atau menghina, melainkan melalui mekanisme yang benar.
Ustaz Das’ad mempertanyakan siapa yang akan menegur bupati jika berbuat salah. Ia menegaskan bahwa tugas tersebut seharusnya dilakukan oleh anggota DPRD, bukan malah bersekongkol. Ia menyebutkan bahwa di Langkat, hubungan antara bupati dan DPRD selama ini terjalin dengan sangat kompak.
Kepada bupati, Ustaz Das’ad berpesan agar menebarkan keselamatan dengan membuat peraturan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, termasuk mempermudah akses pendidikan dan pelayanan kesehatan. Menurutnya, rakyat tidak banyak menuntut, mereka hanya ingin dilayani dengan baik, terutama saat berobat ke puskesmas.
Ia juga mengingatkan agar bupati memilih kepala dinas yang benar-benar mengabdi kepada rakyat, bukan yang hanya pandai menjilat. Ia menilai banyaknya penjilat menjadi salah satu penyebab rusaknya negara. Kepala dinas sering terlihat siap di depan bupati, namun menghilang ketika berhadapan dengan rakyat.
“Pilihlah kepala dinas yang dekat dengan rakyat, bukan yang menjilat, bahkan sampai melalui istri bupati. Kalau bupati senang tapi istrinya tidak, maka SK pun tidak jalan,” ujarnya.
Ustaz Das’ad berharap bupati dapat menjadi rahmat bagi seluruh alam. Ia bahkan menyebutkan bahwa seorang bupati sebenarnya lebih mudah berdakwah dibanding dirinya.
“Kalau saya ceramah di depan PNS satu kabupaten dan menyuruh salat, belum tentu semuanya mau. Tapi kalau bupati yang menyuruh salat berjamaah, mereka pasti mau. Setelah salat, bupatinya tinggal memanggil kepala dinasnya,” tutupnya.
(Abdul Rahim)














