LangkatTerkini.Com – – Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) terus mengawal proses penanganan terhadap Kapal Motor Nelayan (KMN) Teratai GT 6 asal Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, yang mengalami kerusakan mesin saat melaut di perairan Selat Malaka.
Peristiwa tersebut menyebabkan kapal kehilangan kemampuan manuver dan hanyut selama sekitar lima hari hingga melintasi perairan Malaysia dan masuk ke wilayah Thailand bersama enam orang awak kapal (ABK).
Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I, Kolonel Laut (P) Wahyu Kurniawan, menjelaskan bahwa dalam situasi darurat tersebut, dua orang ABK mengambil langkah penyelamatan dengan berenang menggunakan tutup fiber penyimpanan ikan untuk mencari bantuan.
“Berkat bantuan nelayan Malaysia dan koordinasi antarnelayan di wilayah perbatasan, kedua ABK tersebut berhasil kembali ke Indonesia pada 15 Juni 2026 dan memberikan informasi mengenai kondisi rekan-rekannya yang masih berada di atas kapal,” demikian keterangan Dispen Kodaeral I.
Dari hasil penelusuran dan koordinasi lanjutan, diketahui empat ABK lainnya berhasil diselamatkan oleh nelayan Thailand dan dipastikan dalam keadaan selamat. Sementara itu, KMN Teratai telah ditarik oleh patroli Angkatan Laut Kerajaan Thailand menuju pelabuhan terdekat di sekitar Pulau Tarutao.
Komandan Kodaeral I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi lintas negara guna mempercepat pemulangan para nelayan.
“Kodaeral I akan terus berkoordinasi dengan Atase Pertahanan Republik Indonesia di Thailand serta KJRI Songkhla untuk mempercepat proses repatriasi empat nelayan beserta kapal yang masih berada di Thailand,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian sekaligus pengingat bagi para nelayan agar selalu memastikan kondisi mesin kapal dalam keadaan layak, melengkapi alat keselamatan, serta membawa sarana komunikasi sebelum berlayar guna meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan selama berada di laut.














