LANGKAT

Baru Sepekan Dikerjakan Sudah Rusak, Proyek Jalan Desa Rp500 Juta di Langkat Disorot Akademisi

×

Baru Sepekan Dikerjakan Sudah Rusak, Proyek Jalan Desa Rp500 Juta di Langkat Disorot Akademisi

Sebarkan artikel ini
Baru Sepekan Dikerjakan, Jalan di Desa Pangkalan Siata Sudah Hancur
Pengerasan Jalan Desa Pangkalan Siata Kecamatan Pangkalan Susu (Foto: Istimewa)

LangkatTerkini.Com – Pengerasan Jalan Desa Pangkalan Sianta, Kecamatan Pematang Jaya, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang menelan anggaran sekitar Rp500 juta, menjadi sorotan publik. Pasalnya, proyek yang baru rampung sekitar sepekan itu menuai perhatian akademisi dan warganet, yang meminta aparat penegak hukum melakukan pengawasan hingga penyelidikan.

Pakar Hukum Universitas Pembangunan Panca Budi, Dr. Redyanto Sidi, MH, menegaskan perlunya dilakukan investigasi untuk mengetahui penyebab persoalan pada proyek tersebut.

“Perlu dilakukan investigasi agar diketahui penyebabnya, termasuk kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan kontrak kerja dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” ujar Redyanto.

Menurutnya, investigasi penting dilakukan untuk memastikan kejelasan pertanggungjawaban pihak terkait, termasuk memastikan apakah proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan atau justru terdapat dugaan pelanggaran, seperti pengerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak.

Ia menambahkan, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya peristiwa opidana, maka aparat penegak hukum dapat meningkatkan statusnya ke tahap penyidikan guna dilakukan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, mengaku kecewa terhadap hasil pekerjaan pengerasan jalan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Langkat. Pasalnya, jalan yang baru beberapa hari selesai dikerjakan tersebut sudah mengalami kerusakan parah.

Masyarakat menilai pengerjaan pengerasan aspal itu dilakukan asal jadi dan tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan.

“Diduga asal jadi. Umur jalan baru sekitar satu minggu, tapi sudah hancur di Dusun 11 Desa Pangkalan Siata,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada LangkatTerkini.Com, Sabtu (3/1).

Sebelumnya, pada April 2025, telah digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi D DPRD Langkat dengan Dinas PUTR Langkat, Pengurus Harian Anak Muda Pangkalan Susu (AMPAS), PT Karimun Aromatic, serta Kepala Desa Pematang Siantar. Dalam RDP tersebut, dikabarkan anggaran pengerasan jalan mencapai sekitar Rp500 juta.

Ketua Anak Muda Pangkalan Susu (AMPAS) Raya Samosi menyampaikan kepada LangkatTerkini.Com rincian anggaran perbaikan jalan dan jembatan yang merupakan hasil RDP bersama Dinas PUTR Langkat.

Adapun rincian anggaran dari desa sebagai berikut:

– Dusun 3: panjang 850 x 3 meter dengan anggaran Rp158 juta
– Dusun 5: panjang 400 x 3 meter dengan anggaran Rp87 juta
– Dusun 10: panjang 500 x 2 meter dengan anggaran Rp65 juta

Seluruh pekerjaan tersebut berada di jalan protokol Desa Pangkalan Siata.

Sementara itu, dari PUTR melalui Perubahan APBD (P-APBD), dialokasikan:

– Rp500 juta untuk perkerasan jalan sepanjang 1 kilometer

– Rp400 juta untuk rehabilitasi jembatan gantung

(Abdul Rahim)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *