LangkatTerkini.Com – Pelantikan Pengurus Daerah (PD) Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kabupaten Langkat masa bakti 2026-2031 yang digelar di Gedung Balairung MABMI Langkat, Stabat, Rabu (29/7/2026), menjadi momentum penting bagi masyarakat Melayu untuk terus berkiprah, berkontribusi, dan berkolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Langkat.
Mengusung tema “Peradaban Melayu, Membangun Langkat Bermarwah, Negeri Beradab, Religius dan Bermartabat”, kegiatan ini sejalan dengan semangat Kabupaten Langkat yang bermotto “Bersatu Sekata, Berpadu Berjaya.”
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, SH, mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik agar mampu menjadikan MABMI sebagai organisasi yang semakin berperan dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya Melayu, serta mendukung pembangunan daerah.
Kepengurusan PD MABMI Langkat dipimpin oleh H. Muhammad Suhaimi, S.STP., MSP sebagai Ketua, didampingi Khairul Anuwar, ST., MM sebagai Sekretaris dan Hermansyah AN sebagai Bendahara. Kepengurusan tersebut merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) VIII PD MABMI Langkat yang berlangsung di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, dan telah disahkan melalui SK Nomor 4/SK/PW-MABMI-SU/VII/2026 tentang Penetapan dan Pengesahan Pengurus Daerah MABMI Kabupaten Langkat Masa Bakti 2026-2031.

Dalam kesempatan itu, Ketua PW MABMI Sumatera Utara, Dr. H. OK. Ibnu Affan, M.Hum, yang juga Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara dan seorang advokat, menyampaikan lima pesan penting kepada seluruh pengurus MABMI Langkat usai pelantikan, peluncuran Kuliner Melayu, makan bedimbar (berhadap), dan rapat kerja.
Lima pesan tersebut meliputi:
1. Melahirkan program-program yang membumi dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
2. Mengubah pola pikir (mindset) masyarakat Melayu agar terus berkembang, bertumbuh, dan mampu memberikan dampak positif melalui peningkatan pendidikan, keterampilan, serta penguatan jiwa kewirausahaan.
3. Memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan bersama.
4. Menata organisasi secara profesional, tertib, modern, dan memiliki tata kelola yang baik sehingga mampu menjadi organisasi yang kuat dan mandiri.
5. Menjadikan MABMI sebagai organisasi yang solid dengan berpedoman pada pesan Sayyidina Ali bahwa “kebenaran yang tidak terorganisasi dengan baik akan mudah dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi secara rapi dan profesional.”
Menurut Ibnu Affan, MABMI harus menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Melayu sebagai jati diri masyarakat.
Acara pelantikan turut dihadiri Ketua PB MABMI Indonesia Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H. Amril, MAP, Ketua DPRD Langkat Sribana PA, SE, Ketua Baznas Sumatera Utara Prof. Dr. H. Mohd. Hatta, MA, anggota DPRD Langkat Drs. H. Abdul Khair, MM, Forkopimda, tokoh Melayu Prof. Dr. Johar Arifin, unsur MUI Langkat, PWI, tokoh pemuda, organisasi Islam, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi awal penguatan peran MABMI sebagai wadah pemersatu masyarakat, penjaga harmoni sosial, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Langkat yang bermarwah, berbudaya, religius, dan bermartabat.














