LangkatTerkini.com – Harga beras di Sumatera Utara mulai menunjukkan tren kenaikan seiring berkurangnya pasokan gabah setelah berakhirnya musim panen raya. Kondisi ini terjadi hampir merata di berbagai daerah dan dikhawatirkan akan terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.
Berdasarkan hasil pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga beras medium di Kota Medan mengalami kenaikan dari Rp15.400 per kilogram pada 3 Juli 2026 menjadi Rp15.600 per kilogram. Sementara itu, jenis beras medium lainnya naik dari Rp14.850 menjadi Rp15.050 per kilogram.
Hal tersebut disampaikan Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, di Medan, Rabu (8/7/2026).
“Untuk beras premium, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp16.200 dan Rp16.800 per kilogram kini naik menjadi Rp16.300 dan Rp16.900 per kilogram. Secara rata-rata, harga beras premium di Sumatera Utara naik sekitar Rp150 per kilogram, sedangkan beras medium mengalami kenaikan antara Rp100 hingga Rp200 per kilogram,” ujarnya.
Menurut Benjamin, jika mengacu pada harga yang dijual pedagang di pasar tradisional, kenaikan di tingkat konsumen bahkan mencapai sekitar Rp500 per kilogram untuk hampir seluruh jenis beras.
Ia menjelaskan, kenaikan harga dipicu menurunnya pasokan gabah ke kilang padi setelah musim panen raya berakhir. Akibatnya, sejumlah penggilingan padi tidak lagi beroperasi secara maksimal karena kesulitan memperoleh bahan baku.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada Mei 2026 mengalami penurunan seiring menyusutnya luas panen sebesar 2,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari hasil penelusuran di lapangan, sejumlah kilang padi di Sumatera Utara juga belum dapat beroperasi penuh karena stok gabah semakin terbatas,” jelasnya.
Benjamin menambahkan, puncak panen padi di Sumatera Utara diperkirakan baru akan berlangsung pada September hingga Oktober 2026. Peningkatan pasokan gabah diperkirakan mulai terjadi pada pertengahan Agustus, sehingga dalam beberapa pekan mendatang daerah ini berpotensi memasuki periode dengan stok gabah paling rendah.
Untuk menjaga stabilitas harga, Benjamin berharap Perum Bulog dapat memastikan ketersediaan stok beras di pasaran.
“Situasi ini dapat diantisipasi dengan optimalisasi pasokan beras Bulog. Pemerintah perlu memastikan stok tetap aman agar harga tidak terus melonjak. Terlebih saat ini terdapat potensi cuaca ekstrem, termasuk dampak El Nino, sehingga perlu disiapkan langkah antisipasi dengan skenario terburuk,” pungkasnya.












