LangkatTerkini.Com – Jalan rusak penghubung Desa Sambirejo-Kelurahan Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, yang sebelumnya viral karena ditanami pohon pisang oleh warga sebagai bentuk protes, kini berubah kondisi. Pohon pisang yang sempat ditanam warga tersebut telah dicabut dan badan jalan ditimbun menggunakan pasir serta material batu.
Namun, berdasarkan video yang dilihat LangkatTerkini.Com, kondisi jalan saat ini justru memunculkan persoalan baru. Timbunan pasir membuat jalan menjadi sangat berdebu ketika dilalui kendaraan, terutama saat cuaca panas pada siang hari.
Debu beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi. Warga pun mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai dapat memicu gangguan kesehatan, seperti batuk, tenggorokan gatal, bersin-bersin, hingga sesak napas.
“Makin parah jalan ini, bosan sudah lihat jalan ini. Kami lewat saja debunya masuk ke hidung dan bisa menimbulkan penyakit pernapasan,” ujar Wahyuni, warga setempat, kepada LangkatTerkini.Com, Kamis (28/5/2026).
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar aktivitas warga kembali nyaman dan tidak membahayakan kesehatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
Selama ini, jalan di kawasan Sambirejo Kwala Begumit memang kerap dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan cukup parah dan belum mendapat penanganan maksimal. Sebelumnya, aksi menanam pohon pisang di tengah jalan dilakukan warga sebagai bentuk sindiran sekaligus protes atas lambannya perbaikan infrastruktur di daerah tersebut.














