EKBIS

Harga Tiket Pesawat Melambung, Dampak Konflik Global Tekan Ekonomi dan Daya Beli

×

Harga Tiket Pesawat Melambung, Dampak Konflik Global Tekan Ekonomi dan Daya Beli

Sebarkan artikel ini
Harga Tiket Pesawat
Salah Bandara di Indonesia (Foto: Facebook Leriadi)

LangkatTerkini.Com – Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel belakangan ini membawa dampak besar bagi industri penerbangan global, termasuk di Indonesia. Lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat bertahan di atas 100 dolar AS per barel turut memicu kenaikan harga tiket pesawat.

Berdasarkan penelusuran terbaru, harga tiket rute Jakarta-Medan kini mencapai sekitar Rp2,5 juta untuk sekali perjalanan. Hal tersebut disampaikan oleh pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara Gunawan Benjamin di Medan, Rabu (8/4/2026).

Menurut Benjamin, salah satu faktor utama kenaikan harga tiket adalah melonjaknya harga avtur hingga sekitar 70 persen. Meski demikian, pemerintah hanya mengizinkan kenaikan tarif tiket pesawat sebesar 13 persen.

Sebagai bentuk kompensasi, pemerintah memberikan sejumlah keringanan bagi pelaku industri penerbangan, seperti insentif penyediaan suku cadang, keringanan pajak, serta penyeragaman biaya tambahan (fuel surcharge).

Ia menjelaskan, kenaikan harga tiket pesawat tidak hanya berdampak pada industri penerbangan, tetapi juga berpotensi memicu tekanan inflasi serta menurunkan daya beli masyarakat.

“Kenaikan ini juga dapat menekan sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, pergudangan, hingga kuliner,” ujarnya.

Benjamin memperkirakan kontribusi kenaikan harga tiket terhadap inflasi masih relatif kecil, yakni tidak lebih dari 0,27 persen. Namun, efek lanjutan (multiplier effect) yang ditimbulkan dinilai cukup besar dan berpotensi menekan berbagai sektor usaha di seluruh wilayah Indonesia.

Ia juga menambahkan, mahalnya harga tiket berpotensi menurunkan jumlah penumpang maskapai. Meski demikian, karena kenaikan harga terjadi secara global, daya saing penerbangan domestik terhadap luar negeri tidak mengalami perubahan signifikan.

“Potensi penurunan jumlah penumpang di hampir semua maskapai akan relatif sama,” jelasnya.

Saat ini, harga minyak mentah dunia memang telah turun ke bawah 100 dolar AS per barel. Namun, dampaknya terhadap harga tiket belum dapat dirasakan dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh mekanisme penetapan harga avtur yang mengacu pada Mean of Platts Singapore (MOPS), yang tidak berubah secara instan.

Benjamin juga menyoroti bahwa gencatan senjata yang berlangsung dalam dua pekan ke depan masih bersifat sementara dan menyisakan ketidakpastian. Kondisi ini berpotensi memperburuk kinerja maskapai dan membuat pemulihan industri penerbangan dalam jangka panjang belum dapat dipastikan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *