EKBIS

Dampak Penutupan Selat Hormuz, BBM Non-Subsidi di Indonesia Berpotensi Naik

×

Dampak Penutupan Selat Hormuz, BBM Non-Subsidi di Indonesia Berpotensi Naik

Sebarkan artikel ini
Kementerian ESDM Putuskan Harga Minyak Mentah Mei 2024 Turun

LangkatTerkini.Com – Iran telah menutup Selat Hormuz sejak ketegangan antara Iran – Israel maupun AS memanas. Penutupan selat hormuz telah memicu kenaikan pada harga minyak mentah dunia dalam 3 hari terakhir belakangan ini. 

“Mengacu kepada data tradingeconomics.com, harga minyak mentah dunia jenis WTI naik dari sekitar $63 pada 26 Februari, menjadi $70.82 per barel sejauh ini,” kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin di Medan, Rabu (4/3/2026).

Lanjut Benjamin, hal yang tidak jauh berbeda juga ditunjukan oleh kinerja harga minyak mentah jenis Brent, dari kisaran $69 per barel menjadi $77 per barel sejauh ini. Bahkan untuk jenis minyak Brent mencatat kenaikan tertinggi dalam satu tahun belakangan ini. 

“Kenaikan harga minyak mentah tersebut tentunya berpeluang mendorong laju tekanan inflasi global, terlebih jika kenaikannya bertahan konsisten dan mulai mengancam keuangan negara terdampak,” jelasnya.

Benjamin menilai bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia tidak serta merta hanya bersandar pada kebijakan buka – tutup selat hormuz yang dilakukan Iran semata. 

“Karena selama perang berlangsung dan distribusi minyak terancam, maka selama itu harga minyak tetap berpeluang bertahan mahal. Dari sejumlah sumber yang saya temukan, selat hormuz menjadi jalur yang menyediakan kebutuhan minyak dan gas global dalam rentang 15% hingga 20%,” jelasnya.

Benjamin mengungkapkan dunia dalam 6 tahun terakhir pernah mengalami nasib serupa karena tekanan harga minyak mentah dunia. Di tahun 2022, harga minyak mentah sempat naik hingga menyentuh $120 per barel setelah Rusia melakukan operasi militernya ke Ukraina. Nah sejauh Presiden AS menyatakan bahwa operasi militer ke Iran diproyeksikan akan berlangsung selama 4 minggu.

“Jika kita meletakkan asumsi bahwa perang akan berlangsung 4 minggu, maka kemungkinan besar selat Hormuz untuk ditutup selam 4 minggu kedepan cukup terbuka. Maka wajar saja jika kita berasumsi bahwa harga minyak mentah dunia akan berpeluang bertahan mahal selama 4 minggu tersebut. Harga BBM di banyak belahan negara di dunia berpeluang untuk kembali disesuaikan (naik),” kata Benjamin.

Bagi Indonesia, tambahnya, kenaikan harga minyak mentah dunia saat ini sudah cukup untuk mendorong kenaikan harga BBM non subsidi di tanah air. Dan kenaikan harga minyak mentah sejauh ini sudah dipastikan akan dijadikan pertimbangan penyesuaian harga BBM subsidi di tanah air. Meskipun keputusannya ada di pemerintah nantinya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *