LangkatTerkini.Com – Masih terlalu dini jika kita ingin memproyeksikan harga emas dalam satu tahun ke depan. Karena ketidakpastian masih begitu besar yang bisa membuat pergerakan harga emas kian sulit untuk di proyeksikan. Dan ketidakpastian itu sendiri datang dari gejolak geopolitik yang dalam kondisi tertentu bisa membuat ekonomi alami guncangan.
Hal itu dijelaskan Pengamat Ekonomi dari Univesitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin di Medan, Selasa (3/2/2026).
Benjamin mengatakan emas tetap berpeluang alami kenaikan harga selama setahun ke depan, meskipun tidak menutup kemungkinan koreksi lanjutan yang bisa saja berulang. Jika melihat fundamental ekonomi global, sebenarnya emas memiliki kesempatan untuk menguat terbatas.
“Dari posisi saat ini $4.914, potensi lompatan ke angka $5.430 per ons troy saya pikir sudah bisa mencerminkan kondisi fundamental,” jelasnya.
Namun, kata Benjamin, geopolitik berpeluang menciptakan tekanan besar pada ekonomi dan berpeluang untuk mendorong kenaikan kinerja harga emas. Geopolitik akan memperburuk kondisi ekonomi dengan lebih cepat, dan memicu potensi kenaikan harga emas yang tidak terkendali.
“Jika konflik (perang) global mulai pecah di tahun ini. Maka harga emas berpeluang naik hingga ke level $5.750 berpeluang terjadi dalam waktu dekat. Akan tetapi jika eskalasibya meningkat dan meluas maka harga emas dunia kembali berpeluang naik melebihi proyeksi fundamental paling optimis siapapun,” kata Benjamin.
Benjamin menambahkan, potensi kenaikan harga emas di tahun ini pada dasarnya masih terbuka. Dan ketidakpastian membuat ekspektasi harga emas kedepan akan menjadi sangat beragam.
“Namun saya berpendapat selama investor masih dihantui rasa kuatir akan potensi ekonomi memburuk maka potensi krisis selalu menyertainya. Dan emas akan menjadi instrumen yang akan memegang kendali disaat krisis itu terjadi.
(Abdul Rahim)










