EKBIS

Awal Tahun, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Naik, Apakah Masalahnya?

×

Awal Tahun, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Naik, Apakah Masalahnya?

Sebarkan artikel ini
Awal Tahun, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Naik
Pembeli saat memilih cabai di Pasar (Foto: Istimewa)

LangkatTerkini.Com – Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di awal tahun 2026 mengalami kenaikan. 

“Jika membandingkan sejumlah harga pada tanggal 31 Desember, terdapat kenaikan harga pada komoditas pangan utama seperti cabai rawit, cabai merah, cabai hijau, kol, buncis hingga tomat,” kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin di Medan, Jumat (2/1/2026). 

Benjamin menjelaskan mengacu kepada PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis) di Kota Medan, harga cabai merah rata-rata naik dari 36.600 (31/12) hingga 41.900 (02/01) per Kg.

“Selanjutnya harga cabai rawit naik dari 70.600 menjadi 80 ribu per Kg. Bahkan ada yang dijual sekitar 90 ribu per Kg menggacu PIHPS di Pasar Sukaramai Medan,” jelasnya. 

Dari pengamatan langsung, ungkap Benjamin, harga cabai hijau juga alami kenaikan dari kisaran 22 ribu (31/12) menjadi sekitar 28 hingga 40 ribu per Kg (02/01). 

“Masih berdasarkan hasil pengamatan langsung, sejumlah harga komoditas lainnya seperti kol, buncis dan tomat juga alami kenaikan,” kata Benjamin. 

Lebih lanjut Benjamjn menjelaskan harga kol naik dari kisaran 4 ribu Kg menjadi 5 ribu per Kg, selanjutnya harga buncis naik dari kisaran 22 ribu menjadi 24 ribu per Kg. dan harga tomat naik dari kisaran harga 6 ribu hingga 9 ribu per Kg. 

“Untuk harga bawang merah dan bawang putih juga alami kenaikan. Membandingkan posisi harga di akhir tahun (31/12) hingga saat ini (02/01) terjadi kenaikan sekitar 1.000 hingga 2 ribu per Kg,” jelas Benjamin

Dimana harga bawang putih dari hasil observasi naik dikisaran 33 ribu dan bawang merah naik dikisaran 40 ribuan per Kg nya. Pemicu kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat adalah faktor supply yang alami penurunan. 

“Penurunan supply lebih dikarenakan oleh libur panjang tahun baru, yang mengakibatkan banyak pedagang besar dan petani yang lebih memilih untuk liburan,” jelas Benjamin

Aktifitas di pasar tradisional, kata Benjanin, belum sepenuhnya kembali normal. Dan terpantau sejumlah lapak pedagang masih tutup. Diproyeksikan hari senin titik keseimbangan harga akan kembali terbentuk, dan kegiatan dipasar tradisional akan mulai kembali normal. 

“Menurut perhitungan saya, harga sejumlah kebutuhan pangan masuarakat cenderung turun. Jadi tidak ada alasan untuk panic buying, situasinya akan kembali normal, demand akan kembali pulih dan supply akan mencapai titik keseimbangan baru,” kata Benjamin.

(Abdul Rahim)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *