LangkatTerkini.Com – Pasca viralnya tragedi tewasnya seorang pengunjung diduga akibat overdosis saat pembukaan Diskotik Blue Night Binjai, Forkopimda Sumatera Utara langsung bertindak cepat dengan menyegel tempat hiburan malam tersebut. Namun, langkah ini dinilai belum cukup oleh kalangan aktivis di Sumatera Utara.
Aktivis Sumut Idris Sarumpaet MH menilai penyegelan hanyalah langkah awal. Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian, khususnya Kapolres Binjai, harus berani mengusut tuntas dan menangkap bandar serta pemilik asli di balik beroperasinya tempat hiburan yang sebelumnya dikenal dengan nama New Blue Star.
“Penyegelan itu bagus, tapi belum menyentuh akar masalah. Kapolres harus berani kejar siapa bandar dan pemilik sesungguhnya. Jangan berhenti di pekerja atau pengunjung. Kalau tidak, kasus serupa akan terulang,” ujar Idris Sarumpaet , Sabtu (1/11/2025).
Idris mengungkapkan bahwa Blue Night sejatinya hanyalah “baju baru” dari New Blue Star, tempat hiburan yang dulu pernah dibongkar oleh ratusan personel gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP karena diduga kuat menjadi sarang peredaran narkoba. Namun, kini tempat itu kembali beroperasi dengan nama berbeda.
“Ini memperlihatkan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum. Dulu sudah dibongkar Forkopimda, tapi sekarang buka lagi dengan nama baru. Apa gunanya penindakan kalau tidak ada efek jera?” tambahnya.
Idris juga meminta agar Polda Sumut ikut turun tangan mengawasi proses penyelidikan yang dilakukan Polres Binjai, agar hasilnya transparan dan tidak ada kesan tebang pilih.
“Kalau memang ditemukan ada bandar besar atau oknum aparat yang membekingi, harus ditindak tegas. Jangan cuma masyarakat kecil yang dikorbankan,” tegasnya.
Sebelumnya, Kasat Narkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane, SH, MH telah membenarkan adanya laporan tewasnya seorang pengunjung yang diduga overdosis di Diskotik Blue Night dan memastikan pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik dan kembali membuka luka lama soal lemahnya pengawasan tempat hiburan malam di Kota Binjai.
(Tim Langkatterkini.com)




















