LangkatTerkini.Com – Produksi ayam hidup harian untuk wilayah Sumut dan beberapa provinsi tetangga setelah bulan Juni mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Peningkatan produksi ayam hidup ini diproyeksikan karena peningkatan konsumsi daging ayam untuk kebutuhan makan bergizi gratis (MBG).
“Jika menjadikan bulan Juni sebagai acuan atau pembandingnya, maka terjadi peningkatan sebanyak 45% di bulan Juli, alami penurunan 17% di bulan Agustus, naik lagi sebesar 12.7% di September, dan diproyeksikan naik sebesar 38% di bulan Oktober,” julas Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin di Medan, Minggu (5/10/2025).
Benjamin menambahkan, peningkatan konsumsi daging ayam untuk kebutuhan MBG juga bisa dilihat melalui penjualan daging ayam di level pedagang besar. Peningkatan konsumsi daging ayam ini tentunya akan meningkatkan belanja pemerintah untuk kebutuhan lain seperti beras, sayur-sayuran dan kebutuhan dapur lainnya. Geliat ekonomi memang tumbuh seiring dengan belanja besar dari kegiatan MBG.
“Roda ekonomi jelas berputar dengan kehadiran MBG. Perputaran ekonomi untuk MBG ini potensial menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Jika pemerintah mampu memastikan program MBG ini bisa dijalankan dalam jangka panjang,” lanjutnya.
Maka, kata Benjamin, MBG akan menjadi motor penggerak ekonomi di masa depan. Sayangnya program ini mendapatkan kritikan masyarakat setelah terjadi keracunan masal.
“Saya yakin pemerintah memiliki cara atau rencana untuk menyempurnakan program MBG tersebut. Yang paling penting alokasi anggaran yang ada saat ini bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Urgensi pengalokasian anggaran untuk MBG ini punya peran penting dalam pembangunan. Tidak bisa disepelekan, namun memang tingkat keberhasilan program ini juga harus diukur dari tingkat penerimaan masyarakat dari program tersebut,” kata Benjamin.














