LangkatTerkini.Com – Kepala Bidang Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Stabat Bobby Napandri menyebutkan sudah beberapa ekor lembu warga yang mati dimangsa harimau Sumetera.
“Sesuai yang beredar di media. Ada 5 sapi. 4 di kawasan hutan (HPT), 1 di APL,” kata Bobby saat dimintai konfirmasi LangkatTerkini.Com bebera hari lalu.
Beberapa langkah yang dilakukan BKSDA untuk mengantisipasi agar harimau tidak berada di pemukiman dan kebun warga. Mulai dari masang kamera trap (kamera jebak) hingga membekali warga mercon.
“Bersama mitra, masyarakat, Polsek, dan Balai Besar TNGL ronda dan penghalauan sejak tanggal 13 Juni, pendataan ternak yang dilepas, pemasangan camera trap, koordinasi langkah tindak lanjut (termasuk opsi penangkapan bila tidak mereda). Saat ini sudah disampaikan kepada Forkopimda tentang kejadian ini,” kata Bobby.
Ia juga menghimbau peternak menghadang lembunya agar tidak masuk dalam kawasan harimau. “Himbauan masyarakat dan toke ternak untuk mengandangkan ternaknya,” kata Bobby.

Sementara Camat Sei Lepan Muhammad Iqbal Ramadan menghimbau masyarakan menghimbau kepada masyarakat agar tetap hati-hati dan jangan memasuki area yang telah dilalui oleh harimau.
Sebelumnya, lima ekor lembu warga Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, mati dimangsa harimau. Warga bersama tim patroli BKSDA Wilayah II Stabat menemukan lagi lembu dewasa yang mati,.
Warga mengaku resah dan khawatir harimau akan menyerang manusia. “Jangan jangan nanti manusia pula yang diserang,” kata Ali.*














