LANGKAT

Wisata Tangkahan Ramai, Wisatawan Asal Jakarta Keluhkan Banyaknya Retribusi 

×

Wisata Tangkahan Ramai, Wisatawan Asal Jakarta Keluhkan Banyaknya Retribusi 

Sebarkan artikel ini
Wisata Tangkahan
Tangkapan layar video di Instagram @tangkahan

LangkatTerkini.Com – Sungguh miris pengutipan restribusi, tapi nyata terjadi di objek Wisata Tangkahan yang berada di Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Saat libur panjang Hari Raya Idul Adha 1446 H.

Di wisata Tangkahan artis Ibu Kota mempromosikan aktivitas yang menakjubkan saat burada di lokasi. Bahkan sering dikunjungi wisatawan mancanegara dan lokal.

Wisatawan menikmati alam dan melihat flora langka secara langsung, bertemu dengan fauna endemik, menyeberangi jembatan gantung Tangkahan, bermain di air terjun, memandikan gajah dan berpetualang bersama, serta menikmati pesona ketenangan air yang sangat jernih. 

Akan tetapi, keseruan tersebut kerap membuat wisatawan sirna saat berada di lokasi.

Sebab, beberapa orang yang tidak bertanggungjawab kerap melakukan aksi pengutipan liar (pungli). Hal ini pun membuat perasaan wisatawan berubah. 

Hal ini disampaikan oleh Ali (28) wisatawan asal Jakarta. 

“Saya datang ke Tangkahan ini bersama keluarga. Ini yang kedua kali saya datang ke Tangkahan,” kata Ali kepada wartawan, Sabtu (7/6/2025). 

Ali menyebutkan kelestarian hutan di Tangkahan masih terjaga. 

“Kalau sepenglihatan saya hutannya masih terjaga dan alamnya masih baik lah,” kata Ali. 

Ia menambahkan, pengutipan retribusi yang resmi maupun tidak resmi sangat mengganggu.

“Karena kami banyak membayar setelah tiba di lokasi Tangkahan. Pertama kami membayar uang jembatan Rp 10 per kendaraan. Kalau ini bisa saya bilang pengutipan liar, tidak jelas identitas yang mengutip. Kemudian kami membayar uang masuk sebelum portal masuk ke Tangkahan sebesar Rp 15 ribu perorang. Rp 15 ribu itu, terdiri uang tiket masuk, uang parkir, dan uang asuransi,” jelasnya. 

Tak hanya itu, setelah Ali dan keluarganya memarkirkan mobil, pengutipan uang masih berlanjut. 

“Penyeberangan getek Rp 5 ribu perorang. Kemudian uang sewa tikar Rp 50 ribu. Ya kalau kami pengunjung pasti memberatkan, kenapa tidak di include sekali bayar saja,” kata Ali. 

Selama di Tangkahan, jelas Ali pengunjung bisa menikmati permainan seperti hanyut ban, naik speed boat, dan mandi gajah. 

“Di hari libur seperti ini, pengunjung sangat ramai,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *