LangkatTerkini.Com – Dunia pers di Sumatera Utara kembali diguncang kabar duka terkait keselamatan jurnalis. SP, salah satu pimpinan media online, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh oknum anggota TNI AD beberapa hari lalu.
Berdasarkan rekaman CCTV yang dilihat LangkatTerkini.com melalui akun Instagram distrikberitacom pada Jumat (15/5/2026), terlihat SP sedang duduk seorang diri di sebuah kafe. Tak lama kemudian, seorang pria berbadan tegap mengenakan kaos dan celana jeans menghampirinya dan memegang tangan SP. Sesaat setelah itu, seorang pria lain yang sebelumnya duduk tidak jauh dari lokasi ikut mendekati SP.
Kedua pria tersebut kemudian membawa SP keluar dari kafe.
Peristiwa itu diduga terjadi tidak lama setelah media yang dipimpin SP menayangkan laporan investigasi terkait dugaan praktik ilegal kondensat dan judi meja tembak ikan di wilayah Kabupaten Langkat.
Kronologi Dugaan Penjebakan

Kepada awak media, SP mengaku awalnya dihubungi oleh seorang oknum wartawan berinisial FK. Dengan alasan ingin memberikan informasi terkait dugaan peredaran narkoba di wilayah Binjai, FK mengajak SP bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.
Namun, setibanya di lokasi yang telah disepakati, situasi berubah drastis. SP mengaku tidak mendapatkan informasi yang dijanjikan, melainkan mengalami intimidasi fisik.
“Setelah saya datang ke lokasi, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal. Saya dipaksa masuk ke dalam mobil dengan dalih harus memberikan klarifikasi atas berita yang saya tulis,” ujar SP dengan wajah trauma, Selasa malam.
Di dalam kendaraan tersebut, suasana disebut semakin mencekam. SP mengaku melihat seorang pria berseragam loreng yang diduga merupakan anggota TNI AD. Dalam tekanan dan ancaman, ia dipaksa membuat video klarifikasi untuk menyangkal isi pemberitaan yang telah diterbitkan medianya.
“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi. Isinya, saya harus menyatakan bahwa berita soal kondensat dan judi tembak ikan itu tidak benar. Saya tidak punya pilihan di bawah ancaman seperti itu,” ungkap SP.
Tak hanya itu, SP juga mengaku diminta memberikan alasan palsu apabila ada rekan wartawan maupun keluarga yang menanyakan keberadaannya.
“Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” tutur SP menirukan ucapan terduga pelaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan penculikan dan intimidasi tersebut.
Sumber: distrikberitacom














