LangkatTerkini.Com – Bupati Langkat, Syah Afandin, merespons protes warga terkait kerusakan Jalan Hang Tuah di Kelurahan Stabat Baru, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Menanggapi keluhan tersebut, Syah Afandin menyatakan akan segera mengonfirmasi kondisi tersebut kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Langkat, Khairul Azmi.
“Nanti saya tanyakan ke Azmi ya,” ujarnya saat dikonfirmasi LangkatTerkini.com.
Sebelumnya, warga setempat melakukan aksi protes dengan cara unik sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan belum kunjung diperbaiki. Mereka menanam pohon pinang lengkap dengan potnya di tengah jalan yang berlubang.
Aksi ini menjadi simbol sindiran sekaligus kritik terhadap lambannya penanganan infrastruktur di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu pagi (4/4/2026), kerusakan Jalan Hang Tuah tergolong cukup parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari atau saat hujan turun, ketika lubang tertutup genangan air.

Tak hanya itu, persoalan kebersihan lingkungan di sekitar kawasan tersebut juga menjadi sorotan. Di area Taman Kota yang berada di sekitar Jalan Hang Tuah, terlihat tumpukan sampah berserakan di taman maupun di pinggir jalan. Kondisi ini menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga yang melintas.
Salah seorang warga, Asqy, berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini karena sangat membahayakan. Selain itu, sampah yang berserakan juga perlu segera dibersihkan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Warga berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Langkat agar keselamatan pengguna jalan serta kenyamanan lingkungan dapat segera terwujud kembali.














