LangkatTerkini.Com – Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Haji dan Umrah menindaklanjuti laporan terkait penangkapan tiga warga negara Indonesia (WNI) oleh aparat keamanan Arab Saudi di Makkah. Ketiganya diduga terlibat dalam praktik penipuan layanan haji.
Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo, menyampaikan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah RI serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk berkoordinasi dengan otoritas Kepolisian Arab Saudi. Hal ini dilakukan mengingat peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Makkah.
Ia menegaskan bahwa negara tetap memiliki kewajiban memberikan pendampingan hukum kepada warga negara yang menghadapi persoalan hukum di luar negeri. Pernyataan tersebut disampaikan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis, (30/4/2026) sebagaimana dikutip LangkatTerkini.Com dari Antara News.
Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa ketiga WNI itu diduga menjalankan modus penipuan dengan membuat serta memasarkan dokumen terkait haji yang tidak sah.
Menurutnya, setelah melakukan tindakan tersebut, para pelaku diamankan oleh aparat Arab Saudi dan membutuhkan pendampingan dari pihak kepolisian Indonesia.
Untuk memperkuat penanganan kasus ini, Kementerian Haji dan Umrah meminta dukungan tambahan personel dari Polri guna meningkatkan koordinasi dengan aparat Arab Saudi, khususnya terkait sistem pengelolaan dan regulasi haji di negara tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menerima laporan dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah mengenai penangkapan tiga orang yang diduga WNI pada Selasa (28/4) di Makkah.
Direktur Pelindungan WNI Kemenlu RI, Heni Hamidah, menyebutkan bahwa ketiganya dicurigai terlibat dalam penipuan dan penggelapan layanan haji ilegal, termasuk melalui promosi palsu di media sosial.
Dalam penangkapan tersebut, aparat setempat turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti uang tunai, perangkat komputer, serta kartu haji yang diduga palsu. Bahkan, dua dari pelaku diketahui mengenakan atribut menyerupai petugas haji Indonesia.
Saat ini, KJRI Jeddah masih melakukan proses verifikasi identitas para terduga serta terus berkoordinasi dengan pihak berwenang Arab Saudi guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.














