LangkatTerkini.Com – Masyarakat pengguna Jalan Nasional di Kecamatan Gebang dan Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih menantikan kepastian perbaikan ruas jalan yang kondisinya dikeluhkan karena dinilai mengganggu dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Langkat pada 11 September 2026, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melalui Kepala Satuan Kerja (Kasatker), Rahmat, menyampaikan bahwa pekerjaan jalan tersebut dijadwalkan mulai 30 September 2026 dan ditargetkan berlangsung selama dua pekan.
Namun, hingga memasuki awal Oktober 2026, pekerjaan tersebut belum berjalan sesuai jadwal yang disampaikan dalam RDP.
Berdasarkan informasi yang diterima, alat berat untuk mendukung pekerjaan telah berada di lokasi. Namun, alat tersebut dilaporkan mengalami kerusakan sehingga pekerjaan belum dapat dimulai.
Pihak BPJN bersama kontraktor kemudian menyampaikan bahwa alat berat tersebut sedang dalam proses perbaikan. Pekerjaan selanjutnya diinformasikan akan dimulai pada 5 Oktober 2026.
Kondisi itu kembali membuat masyarakat menunggu kepastian. Sebelumnya, warga telah menyampaikan keluhan terkait kondisi ruas jalan yang telah dikeruk dan dinilai mengganggu aktivitas serta keselamatan pengguna jalan.
Sejumlah warga juga menyebut telah terjadi kecelakaan di sekitar lokasi. Namun, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Salah seorang warga, Rian, mengatakan masyarakat kecewa karena pekerjaan yang sebelumnya dijadwalkan belum terlaksana sesuai waktu yang disampaikan.
“Iya, kami sudah kecewa. Kami masih menanti. Lawan Institute Sumut dan konten kreator mengajak kami melakukan aksi di Jalan Nasional di Hinai dan Gebang apabila jalan tersebut tidak kunjung dikerjakan,” ujar Rian.
Masyarakat berharap BPJN dan pihak kontraktor dapat memberikan kepastian mengenai pelaksanaan pekerjaan serta memperhatikan keselamatan pengguna jalan selama proses perbaikan berlangsung.
Warga Siapkan Aksi

Sementara itu, konten kreator Atok Labu melalui unggahan di akun Facebook-nya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menyebut masyarakat sempat merencanakan aksi pada Senin, 5 Oktober 2026, sebagai bentuk desakan agar pekerjaan segera dilaksanakan.
“Kami pun hampir tak bisa lagi membedakan mana kabar gembira atau sekadar penghibur lara,” tulis Atok dalam unggahannya.
Ia mengatakan, setelah menunggu tindak lanjut hasil RDP dan melewati jadwal yang sebelumnya disampaikan, masyarakat kembali harus menunggu karena kendala alat berat.
Menurut Atok, masyarakat dan sejumlah elemen telah menyepakati rencana aksi pada 5 Oktober 2026 sebagai batas waktu menunggu pelaksanaan pekerjaan.
Namun, kata dia, rencana aksi tersebut kemudian dibatalkan setelah pihak pelaksana lapangan menghubunginya pada Senin pagi dan menyampaikan bahwa pekerjaan akan mulai dilaksanakan.
“Alhamdulillah pagi ini pukul 06.41 WIB pelaksana lapangan jalan lintas menelepon dan memberi kabar: ‘Pak, hari ini dimulai pengerjaannya’,” tulis Atok.
Setelah menerima informasi tersebut, Atok menyampaikan kepada pihak-pihak yang sebelumnya berencana mengikuti aksi agar rencana tersebut dibatalkan dan diganti dengan kegiatan peliputan.
Meski demikian, ia mengaku masih mempertanyakan kepastian pelaksanaan pekerjaan tersebut. “Betul nggak ini?” tulisnya.
Hingga berita ini ditulis, masyarakat masih menunggu realisasi pekerjaan perbaikan jalan tersebut. Kepastian mengenai dimulainya pekerjaan serta target penyelesaiannya diharapkan dapat disampaikan secara terbuka oleh pihak terkait.














