LANGKAT

Masjid Azizi Tanjung Pura, Simbol Kebanggaan Masyarakat Langkat

×

Masjid Azizi Tanjung Pura, Simbol Kebanggaan Masyarakat Langkat

Sebarkan artikel ini
Masjid Azizi Tanjung Pura
Masjid Azizi Tanjung Pura Langkat (Foto: Rivansyah, Langkatterkini.com)

LangkatTerkini.Com – Masjid Azizi Tanjung Pura adalah salah satu masjid bersejarah di Indonesia yang terletak di Tanjung Pura Kabupaten Langkat sekitar 60 km dari Kota Medan. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 18.000 m² dan bisa menampung hingga 2.000 jamaah. Lokasinya yang strategis di jalur lintas Medan–Banda Aceh menjadikannya mudah diakses dan ramai dikunjungi.

Masjid ini dibangun pada tahun 1899 oleh Sultan Langkat Haji Musa dan diresmikan oleh putranya, Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah, pada tanggal 12 Rabiul Awal 1310 Hijiriyah bertepatan dengan 13 Juni 1902 Masehi. Masjid Azizi merupakan peninggalan Kesultanan Langkat dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat setempat.

Masjid Azizi memiliki arsitektur yang unik dengan perpaduan gaya Timur Tengah, India, dan Melayu. Bangunan utama masjid berukuran 25 x 25 meter dengan tinggi sekitar 30 meter. Masjid ini juga memiliki serambi di tiga sisi yang dilengkapi dengan pilar-pilar dan lengkungan khas Timur Tengah.

Pembangunan Masjid Azizi melibatkan arsitek berkebangsaan Jerman dan pekerja dari etnis Tionghoa dan masyarakat Langkat. Bahan-bahan bangunan didatangkan dari Penang, Malaysia, dan Singapura menggunakan kapal ke Tanjungpura. Proses pembangunan masjid ini menunjukkan kesultanan Langkat memiliki hubungan internasional yang luas.

Masjid Azizi memiliki menara yang terletak di timur laut masjid dengan tinggi sekitar 60 meter. Bagian bawah menara dilengkapi dengan pintu, sedangkan bagian kedua dihiasi dengan jendela lengkung pada setiap sisinya. Bagian atap menara berbentuk kubah dengan bulan di puncaknya.

Masjid Azizi dapat menampung sekitar 2000 jemaah sekaligus. Ruang utama masjid memiliki dinding empat persegi panjang berukuran 20 x 20 meter. Lantai ruang utama awalnya berlapis keramik, tetapi kini diganti dengan marmer. Dinding luar ruang utama dihiasi dengan kaligrafi Al-Qur’an, hiasan geometris, dan floral.

Masjid Azizi tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan masyarakat Langkat. Masjid ini telah menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya masyarakat setempat. Banyak wisatawan yang datang ke masjid ini untuk melihat keindahan arsitektur dan sejarahnya.

Di sekitar masjid, terdapat makam-makam para raja Langkat dan kerabatnya. Masjid Azizi menjadi destinasi wisata religi yang populer bagi masyarakat setempat dan wisatawan. Keberadaan masjid ini masih terjaga hingga saat ini dan menjadi salah satu ikon Kabupaten Langkat.

Dikutip Langkatterkini.com dari Jurnal Al Qalam, berdasarkan penelitian yang dilakukan Cahayatunnisa dan IsmanPratama Nasution dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia mengungkap Masjid Azizi menjadi bukti sejarah perkembangan Islam di Indonesia dan menjadi simbol kesultanan Langkat yang pernah berjaya di Sumatera Utara. 

Dengan keindahan arsitektur dan sejarahnya, Masjid Azizi menjadi salah satu masjid terindah dan bersejarah di Indonesia.

Kondisi ini pun dapat dilihat ketika Kerajaan Langkat telah berpusat di Tanjung Pura. Di mana, Sultan menjadikan agama Islam sebagai pedoman dan legitimasi terhadap kebijakankebijakan sultan. Begitu pula dengan dinamika kehidupan masyarakat yang mencerminkan perilaku ke-Islaman yang kuat. 

Hal ini dapat dilihat dari ibadah-ibadah praktis yang dilaksanakan masyarakat. Misalnya, shalat berjama‟ah, mengaji di langgar dan pengajian-pengajian agama yang banyak serta bertemakan aqidah dan tasawuf. Selain itu, berkembangnya tarikat Naqsabandiyah yang dibawa oleh Syekh Abdul Wahab Rokan salah seorang guru spiritual kesultanan. Dapat diketahui, bahwa dinamika keagamaan di Langkat sangat kental. 

Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, ditemukan bahwasanya Masjid Azizi ini memiliki kekayaan seni arsitektur dengan hibriditas budaya yang menarik dan megah sehingga seolah menjadi identitas baru pada masjid kesultanan saat itu. Berbagai seni arsitektur dari lokal maupun luar menyatu pada bangunan ini. Di antaranya seni arsitektur dari Eropa, Turki, Arab, India, Cina dan Melayu. Masjid Azizi ini merupakan bukti nyata akan kejayaan dan keeksistensian ke-Islaman Kesultanan Langkat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *