LangkatTerkini.Com – Ratusan warga Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokir ruas jalan di Dusun Serbaguna, tepatnya di Simpang Sudi Mampir, Selasa (4/8/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang, menurut warga, telah lama mengalami kerusakan tanpa adanya perbaikan.
Berdasarkan pantauan LangkatTerkini.com, warga mendirikan tenda di tengah jalan. Sejumlah ibu-ibu juga tampak memasak mi instan di lokasi aksi sebagai bentuk simbolis sekaligus untuk memenuhi kebutuhan peserta aksi. Akibat aksi tersebut, sejumlah truk tidak dapat melintas. Meski demikian, warga tetap mempersilakan para sopir untuk beristirahat dan makan bersama.
Dalam aksi tersebut, warga menuntut Pemerintah Kabupaten Langkat segera mengaspal ruas jalan yang menghubungkan Dusun 10 Paluh Gusta, Dusun 6 Alur Kapal, hingga Dusun 9 Paluh Mesjid. Mereka menilai kerusakan jalan telah menghambat aktivitas masyarakat serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menurut keterangan warga, saat musim kemarau kondisi jalan menimbulkan debu akibat kendaraan yang melintas. Debu tersebut, kata warga, masuk ke permukiman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Sementara pada musim hujan, jalan berubah menjadi berlumpur dan licin sehingga dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Warga juga menyampaikan bahwa lalu lintas kendaraan bertonase besar di ruas jalan tersebut meningkat sejak adanya proyek strategis nasional di sektor minyak dan gas bumi di kawasan tersebut. Menurut mereka, intensitas kendaraan berat diduga turut mempercepat kerusakan jalan. Namun demikian, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab kerusakan maupun kondisi ruas jalan tersebut.
Sebagai bentuk penyampaian aspirasi, warga tetap bertahan di lokasi aksi sambil menunggu tanggapan dari pemerintah daerah. Sejumlah warga terlihat menyiapkan makanan bagi peserta aksi.
Salah seorang warga mengatakan masyarakat menginginkan kepastian terkait rencana perbaikan jalan.
“Kami tidak ingin lagi hanya mendengar janji. Kami ingin kepastian kapan jalan ini diaspal. Jalan ini merupakan akses utama masyarakat untuk bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Warga menyatakan akan melanjutkan aksi hingga ada perwakilan Pemerintah Kabupaten Langkat maupun anggota DPRD yang datang menemui mereka dan memberikan penjelasan mengenai rencana penanganan ruas jalan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, LangkatTerkini.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Kabupaten Langkat maupun instansi terkait mengenai tuntutan warga dan rencana perbaikan jalan tersebut. Apabila tanggapan resmi telah diperoleh, berita ini akan diperbarui sesuai perkembangan informasi.














