LangkatTerkini.Com – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Melalui inspeksi mendadak (sidak), Pemko meninjau langsung sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Binjai, Senin (13/7/2026).
Sidak dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Binjai, drg. Indra Syahfery, M.AP., didampingi Kepala Bagian Perekonomian Setdako Binjai Andi Affandi, S.Sos., M.M., Kepala UPTD Metrologi Bob Dimas, S.H., serta Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Binjai Luber Simamora, S.H., M.H.
Tim mendatangi dua SPBU, yakni SPBU 14.207.169 di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Utomo, dan SPBU 14.207.1127 di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara.
Di SPBU 14.207.169, pihak pengelola yang diwakili Salman menjelaskan bahwa antrean kendaraan dipicu keterlambatan distribusi BBM dari pemasok akibat terbatasnya armada pengangkut. Meski demikian, ia memastikan tidak ada kebijakan pembatasan pembelian BBM bagi masyarakat.
“Keterlambatan pasokan terjadi karena keterbatasan armada distribusi. Namun, kami tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM bagi konsumen,” ujar Salman.

Sementara itu, Supervisor SPBU 14.207.1127, B. Matondang, mengatakan penyaluran BBM, khususnya jenis solar, masih dilakukan setiap hari sesuai kuota yang telah ditetapkan. Ia memastikan stok BBM di Kota Binjai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Saat ini stok BBM di Kota Binjai masih mencukupi. Kami terus melakukan pemantauan agar distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Pihak pengelola SPBU juga menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait, sekaligus melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi agar pasokan BBM dapat tersalurkan tepat waktu dan menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat.
Melalui sidak tersebut, Pemko Binjai memastikan ketersediaan dan distribusi BBM di wilayahnya masih dalam kondisi terkendali.
Pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan secara berkala serta memperkuat koordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya permintaan BBM.




















