LangkatTerkini.Com – Bupati Langkat H. Syah Afandin dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan maupun kembang api pada malam pergantian Tahun Baru. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk empati terhadap warga di sejumlah wilayah Sumatera yang masih berduka akibat bencana banjir.
Namun demikian, imbauan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi. Sejumlah warga di Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih terlihat menyalakan kembang api saat pergantian tahun.
Hal tersebut diketahui dari video yang viral di media sosial dan dilihat LangkatTerkini.Com. Dalam rekaman tersebut, tampak beberapa warga menyalakan kembang api di kawasan Jalan Mesjid, Pangkalan Brandan, pada malam pergantian tahun.
Salah satu unggahan di media sosial Facebook turut menggambarkan suasana tersebut.
“Meninggalkan 2025 dengan cahaya dan menyambut 2026 dengan doa! Semoga di tahun baru ini segala membaik, dijauhkan dari musibah dan bencana 🤲. Malam pergantian tahun di Jalan Mesjid, Pangkalan Brandan,” tulis akun Facebook @Siti Rodiah Siregar, sebagaimana dikutip LangkatTerkini.Com, Kamis (1/1/2026).
Pemerintah Kabupaten Langkat sebelumnya berharap masyarakat dapat merayakan Tahun Baru dengan sederhana, memperbanyak doa, serta menunjukkan solidaritas kepada para korban bencana yang masih membutuhkan dukungan.
(Abdul Rahim)














