SUMUT

Polda Sumut Belum Buka Suara Terkait Anggota DPRD Binjai Minta THM Marcopolo Ditutup

×

Polda Sumut Belum Buka Suara Terkait Anggota DPRD Binjai Minta THM Marcopolo Ditutup

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Binjai Fraksi Gerindra
Anggota DPRD Binjai Ronggur Simorangkir saat didorong petugas keamanan kantor Gubsu (Foto: tangkapan layar)

LangkatTerkini.Com – Polda Sumut belum buka suara terkait anggota DPRD Binjai dari Fraksi Gerindra Ronggur Simorankir meminta Kapolda Sumut menutup Tempat Hiburan Malam (THM) Marcopolo di Binjai. Tak sampai disitu juga, Ronggur mendapat ancaman dari salah seorang yang mengaku berinisial ST. 

Persoalan itu, LangkatTerkini.Com, berusaha mengkonfirmasi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kombes Pol Ferry Walintukan. Namun, Kombes Ferry belum memberikan jawaban dan tanggapan semenjak dikonfirmasi pada hari Rabu (6/8/2025) hingga berita ini diterbitkan.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Binjai dari Fraksi Gerindra, Ronggur Simorangkir, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Rumah Dinas Kapolda Sumut di Kota Medan pada Senin (4/8/2025).

Ronggur berjalan kaki bersama rekan-rekannya dari Angkatan Muda Partai Gerindra. Aksi tersebut membawa poster yang bertuliskan “Tangkap Bandar Narkoba, Tutup Marcopolo”.

Keberanian Ronggur dalam Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan keresahan warga atas maraknya peredaran gelap narkotika, khususnya di wilayah hiburan malam (THM) yang terletak di perbatasan Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai.

Ia meminta Kepolisian menangkap berinisial ST. Karena telah mengancam kader Partai Gerindra.

Dalam orasinya, Ronggur menuntut pemerintah provinsi dan aparat penegak hukum untuk segera menutup tempat hiburan malam yang diduga kuat menjadi sarang peredaran narkoba. 

Menurutnya, sudah banyak korban berjatuhan akibat praktik ilegal yang berlangsung di tempat-tempat tersebut.

“Kami minta Gubernur Sumatera Utara bersikap tegas. Instruksi terkait perda P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) jangan hanya sekadar seremonial, tapi harus benar-benar diterapkan,” tegas Ronggur.

Ia juga menyoroti perlunya keberanian semua pihak untuk membongkar praktik mafia narkoba yang sering berlindung di balik izin usaha hiburan. Ronggur menolak keras jika aparat dijadikan kambing hitam dalam kasus-kasus seperti ini.

“Jangan aparat dijadikan tumbal oleh mafia. Saya sendiri baru-baru ini mendapat teror setelah bersuara keras terkait narkoba. Tapi saya tidak akan mundur,” tambahnya dengan nada geram.

Aksi ini mendapat perhatian dari masyarakat dan sejumlah aktivis antinarkoba yang ikut menyuarakan keprihatinan mereka terhadap situasi tersebut. Mereka berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan nyata, bukan hanya wacana.

Ronggur menegaskan, perjuangan ini akan terus berlanjut hingga ada langkah konkret dari pihak berwenang, termasuk penutupan tempat hiburan yang terbukti menjadi tempat transaksi narkotika.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *