LANGKAT

Sungai Wampu Langkat Mulai Naik, Air Keruh dan Batang Kayu Hanyut

×

Sungai Wampu Langkat Mulai Naik, Air Keruh dan Batang Kayu Hanyut

Sebarkan artikel ini
Sungai Wampu Langkat Mulai Naik, Air Keruh dan Batang Kayu Hanyut
Batang kayu terlihat di Jembatan Sungai Wampu Kabupaten Langkat (Foto: Langkat Terkini)

LangkatTerkini.Com – Debit air Sungai Wampu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terpantau meningkat pada Rabu (28/10/2026) pagi. Kondisi tersebut terlihat dari air sungai yang tampak keruh serta sejumlah batang kayu yang hanyut terbawa arus.

Berdasarkan pantauan Langkat Terkini sekitar pukul 08.30 WIB, kenaikan permukaan air sungai perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama warga yang bermukim di sekitar aliran Sungai Wampu.

Di tengah kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada 27-30 Oktober 2026.

Dikutip Langkat Terkini dari Antara Sumatera Utara, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini mendukung terbentuknya awan hujan yang berpotensi menimbulkan hujan lebat hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang.

Menurut penjelasan BMKG, sirkulasi siklonik yang terbentuk di sebelah utara Aceh memicu terbentuknya zona pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Kondisi itu mencakup kawasan pantai barat, lereng barat, pegunungan, hingga lereng timur.

Potensi hujan juga dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer, Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudra Hindia, serta suhu permukaan laut yang relatif hangat, yakni berkisar 30-31 derajat Celsius. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan ketersediaan uap air di atmosfer dan mendukung pertumbuhan awan hujan.

BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Medan, Deli Serdang, Karo, Dairi, Simalungun, kawasan Tapanuli, serta sejumlah wilayah Kepulauan Nias.

Potensi cuaca tersebut dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor.

Masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah rawan banjir, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca maupun kenaikan permukaan air. Warga juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat peringatan atau instruksi evakuasi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *