LangkatTerkini.Com – Video yang memperlihatkan seorang pria dengan kedua kaki diperban berlari dan dikejar petugas keamanan di area Rumah Sakit Umum (RSU) Putri Bidadari, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjadi perhatian warganet di media sosial.
Menanggapi video yang beredar tersebut, manajemen RSU Putri Bidadari memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa pria dalam video itu bukan pasien yang berusaha melarikan diri dari ruang perawatan, melainkan pasien yang telah diizinkan pulang dan sedang menunggu penjemputan keluarganya.
Direktur Utama RSU Putri Bidadari, dr. Maas Lubis, M.K.M., AAAK, menjelaskan bahwa pasien tersebut berada di lobi samping rumah sakit sambil menunggu keluarganya mengambil kendaraan di area parkir.
“Pasien tersebut sudah mau pulang dari rumah sakit dan sedang menunggu di lobi samping karena keluarganya mau mengambil mobil ke parkiran,” kata Maas dalam keterangannya kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari informasi yang diterima, Jumat (24/10/2026).
Menurut penjelasan manajemen, pasien kemudian berjalan menuju jalan raya ketika keluarganya sedang mengambil kendaraan. Petugas keamanan yang melihat situasi tersebut khawatir terhadap keselamatan pasien dan berupaya membawanya kembali ke lokasi penjemputan.
Maas menjelaskan bahwa petugas sempat mengajak pasien kembali ke lobi samping. Namun, karena pasien tidak bersedia kembali, petugas keamanan kemudian membopongnya menuju tempat penjemputan.
“Jadi karena takut nanti terjadi apa-apa dengan pasien tersebut, sekuriti mengejar pasien tersebut. Saat diajak untuk kembali ke lobi samping tempat jemputan, pasien tidak bersedia. Jadinya pasien dibopong oleh sekuriti ke lokasi tempat penjemputan pasien. Dan pasien saat ini sudah pulang bersama keluarga,” jelasnya.

Manajemen rumah sakit juga menyampaikan bahwa berdasarkan data internal, pasien tersebut mulai menjalani perawatan pada 20 Oktober sekitar pukul 18.00 WIB dan dinyatakan pulang pada 21 Oktober pukul 19.31 WIB.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang setelah video kejadian beredar di media sosial. Berdasarkan keterangan manajemen, tindakan petugas keamanan dalam video itu bertujuan mengarahkan pasien kembali ke lokasi penjemputan, bukan karena pasien berusaha melarikan diri dari perawatan.
Sebelumnya, sebuah unggahan video di Facebook oleh akun Rahma Boru Hasibuan juga menceritakan kejadian yang disebut berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Pengunggah mengaku mendengar teriakan meminta pertolongan dan melihat petugas keamanan mengejar seorang pria yang disebut sebagai pasien rumah sakit.
Dalam unggahan tersebut, pengunggah menyebut pria itu diduga telah melepas infus dan terlihat mengenakan perban pada kedua kakinya. Namun, pengunggah mengakui tidak mengetahui secara pasti kronologi maupun alasan pria tersebut meninggalkan area perawatan.
Dengan adanya klarifikasi dari pihak rumah sakit, informasi yang beredar perlu dipahami berdasarkan keterangan dan kronologi dari sumber yang tersedia.
Masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial, terutama sebelum memperoleh keterangan lengkap dari pihak terkait.














