LANGKAT

Uis Karo yang Dipakaikan Tiorita kepada Kapolres Langkat, Ini Makna dan Filosofinya

×

Uis Karo yang Dipakaikan Tiorita kepada Kapolres Langkat, Ini Makna dan Filosofinya

Sebarkan artikel ini
UIS Karo
Plt Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti SH bersama Kapolres Langkat Hannry P.H. Tambunan (Foto: Istimewa)

LangkatTerkini.Com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH yang memakaikan Uis Karo saat menghadiri prosesi pisah sambut Kapolres Langkat menjadi perhatian publik. Kehadiran busana adat tersebut tidak hanya memperlihatkan kekayaan budaya Sumatera Utara, tetapi juga mengandung filosofi mendalam tentang kepemimpinan, penghormatan, dan identitas masyarakat Karo.

Tiorita memakaikan Uis Karo kepada Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, kain tenun tradisional yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai upacara adat dan kegiatan resmi masyarakat Karo.

Berdasarkan penelitian Nervi Siagian, Asni Barus, dan Rosita Ginting dalam jurnal “Fungsi dan Makna Uis Kapal dan Uis Nipes dalam Masyarakat Karo” yang diterbitkan di Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, Vol. 2 No. 5, November 2021, Uis Karo merupakan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi simbol identitas masyarakat Karo.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa kain tradisional Uis Karo telah digunakan sejak zaman leluhur dan terus dipertahankan sebagai bagian penting dalam berbagai prosesi adat. Dua jenis Uis yang paling dikenal ialah Uis Kapal dan Uis Nipes.

Apa Itu Uis Kapal?

Plt Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, memakaikan Uis Karo (kain tenun tradisional khas suku Karo) kepada Kapolres Langkat yang baru, AKBP Hanndry P.H. Tambunan, saat menghadiri acara pisah sambut Kapolres Langkat (Foto: Istimewa)

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa Uis Kapal berasal dari kata “uis” yang berarti kain dan “kapal” yang berarti tebal. Disebut demikian karena teksturnya lebih tebal dibandingkan jenis Uis lainnya.

Uis Kapal lazim digunakan sebagai pakaian adat resmi masyarakat Karo, baik dalam upacara adat maupun berbagai kegiatan tradisional. Selain menjadi busana adat, kain ini juga melambangkan kasih sayang, penghormatan kepada keluarga, serta menjadi simbol hubungan antargenerasi yang diwariskan dari leluhur.

Makna Warna pada Uis Karo

Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa warna-warna dominan pada Uis Karo bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki makna filosofis.

– Merah melambangkan keberanian dan ketegasan.

– Hitam melambangkan kepemimpinan, kewibawaan, dan tanggung jawab.

– Kuning (Megersing) melambangkan kejayaan, kemakmuran, dan kebesaran.

Ketiga warna tersebut menjadi simbol karakter yang dijunjung tinggi dalam budaya Karo.

Selain warna, motif vertikal yang terdapat pada Uis Karo juga dimaknai sebagai lambang keteguhan hati dan keberanian dalam menghadapi kehidupan.

Simbol Penghormatan terhadap Budaya

Wakil Bupati Langkat
Wakil Bupati Langkat menyapa masyarakat Karo (Foto: Dinas Kominfo Langkat)

Penggunaan Uis Karo sebenarnya dalam prosesi pisah sambut Kapolres Langkat dinilai mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal sekaligus memperlihatkan keberagaman etnis yang menjadi kekuatan Kabupaten Langkat.

Kabupaten Langkat sendiri dihuni oleh berbagai suku, seperti Melayu, Karo, Jawa, Batak, Aceh, Minang, Tionghoa, hingga Nias. Kehadiran simbol budaya seperti Uis Karo dalam acara resmi menjadi salah satu bentuk pelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam konteks acara kenegaraan maupun pemerintahan, penggunaan pakaian adat juga menjadi simbol penghargaan terhadap identitas budaya lokal tanpa mengurangi makna formalitas acara.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa Uis Karo bukan sekadar kain tradisional, melainkan simbol identitas budaya masyarakat Karo yang memiliki fungsi sosial, adat, dan filosofis. Hingga kini, Uis Karo tetap digunakan dalam berbagai upacara adat, kegiatan resmi, maupun sebagai bentuk pelestarian budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *