LangkatTerkini.Com – Kapolsek Gebang, IPTU Jona Wira Karya, S.H., M.H., membantah informasi yang menyebut seorang pria berinisial MR, sekitar 30 tahun, yang ditemukan meninggal dunia di Dusun VII, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Jumat (25/9/2026), merupakan korban pembunuhan.
Jona mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga disebut telah menyampaikan permohonan agar korban tidak diautopsi dan dapat segera dimakamkan secara Islam.
“Pihak keluarga tidak berkenan diautopsi karena memang tidak ada tanda-tanda kekerasan. Keluarga meminta agar korban dimakamkan secara agama Islam dan secara kekeluargaan. Mereka juga bersedia membuat pernyataan,” ujar Jona saat dihubungi LangkatTerkini.Com, Sabtu (26/9).
Menurutnya, permohonan tersebut disampaikan oleh keluarga korban, termasuk saudara kandung. Karena keluarga telah menyatakan keikhlasan dan meminta pemakaman segera dilakukan, korban akhirnya dimakamkan.
Terkait informasi yang beredar mengenai kondisi mata korban yang disebut-sebut dicongkel, Jona mengatakan hal tersebut masih membutuhkan pengkajian medis dan tidak dapat langsung disimpulkan sebagai akibat tindakan kekerasan.
“Kita tidak bisa menyimpulkan. Itu orang medis yang bisa menjelaskan. Kalau soal matanya dicongkel, itu masih perlu pengkajian,” katanya.
Jona menjelaskan, berdasarkan pengalamannya selama bertugas, kondisi tertentu ketika seseorang terjatuh dapat menyebabkan perubahan atau kerusakan pada bagian tubuh, termasuk mata. Menurutnya, apabila benar terjadi tindakan kekerasan berupa pencungkilan mata, biasanya terdapat tanda-tanda lain yang dapat menjadi petunjuk, seperti luka atau memar.
“Kalau dicongkel, bisa ada memar, luka atau tanda perlawanan. Itu semuanya tidak ada,” ujarnya.
Meski demikian, Jona menegaskan pihak kepolisian tidak menyimpulkan sendiri penyebab kematian korban berdasarkan kondisi fisik semata.
Menurutnya, keterangan medis diperlukan untuk memastikan penyebab kematian.
Sementara itu, berdasarkan keterangan yang diperoleh kepolisian, MR pertama kali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh kakak kandung dan abang iparnya yang tinggal tidak jauh dari rumah korban.
Jona menyebut, keluarga sebelumnya beberapa kali memberikan makanan kepada korban. Namun, ketika makanan tersebut tidak kunjung diambil, keluarga kemudian berusaha memanggil korban hingga akhirnya menemukan MR sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Pertama kali ditemukan kakak kandung dan abang iparnya. Sebelumnya sudah beberapa kali makanan diberikan, tetapi tidak diambil. Mereka kemudian memanggil-manggil dan akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia,” katanya.
Jona menambahkan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan menyatakan keikhlasan atas kepergian korban. Kepolisian juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kalau keluarga sudah ikhlas, kita juga turut berduka,” pungkasnya.














