LANGKAT

BBKSDA Sumut Evakuasi dan Translokasi Orangutan Sumatera dari Langkat ke Habitat Alami

×

BBKSDA Sumut Evakuasi dan Translokasi Orangutan Sumatera dari Langkat ke Habitat Alami

Sebarkan artikel ini
BBKSDA Sumut Evakuasi dan Translokasi Orangutan Sumatera dari Langkat ke Habitat Alami
Orangutan Sumatera (Foto: Dok BBKSDA)

LangkatTerkini.Com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara bersama tim Human Orangutan Conflict Response Unit (HOCRU) Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC) berhasil melakukan rescue dan translokasi satu individu orangutan sumatera (Pongo abelii) dari Desa Sei Litur, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat.

Informasi awal diterima BBKSDA Sumatera Utara dari tim HOCRU YOSL-OIC pada Sabtu (2/5/2026), setelah adanya laporan masyarakat terkait keberadaan orangutan yang terisolasi di area Kebun Timbang Langsa.

“Kawasan tersebut termasuk Area Penggunaan Lain (APL), namun masih merupakan habitat alami orangutan,” ujar Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumatera Utara, Andar Abdi Saragih, S.Pd., M.Si, dalam keterangan persnya kepada LangkatTerkini.com, Kamis (7/5/2026).

Menindaklanjuti laporan itu, pada Senin (4/5/2026) tim gabungan dari BBKSDA Sumatera Utara melalui Resor Aras Napal bersama HOCRU YOSL-OIC melakukan pengecekan ke lokasi. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan tiga individu orangutan yang terdiri dari satu jantan dewasa, satu betina dewasa, dan satu anak orangutan. Ketiganya berada sekitar 10 kilometer dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Menurut Andar, tim mempertimbangkan adanya potensi konflik antara manusia dan orangutan, terutama dari individu jantan dewasa yang memiliki ukuran tubuh besar dan perilaku dominan.

“Keberadaan individu tersebut di area aktivitas manusia berpotensi menimbulkan rasa takut, kepanikan, atau reaksi defensif dari masyarakat yang dapat mengancam keselamatan satwa. Oleh karena itu, tim memutuskan untuk merescue individu jantan terlebih dahulu,” katanya.

Orangutan Sumatera
Orangutan Sumatera

Setelah dokter hewan menyiapkan obat bius, proses pembiusan dan evakuasi berhasil dilakukan dengan aman. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan orangutan dalam kondisi sehat tanpa luka, dengan berat badan sekitar 95 kilogram.

“Tim kemudian merekomendasikan agar orangutan segera ditranslokasi ke habitat alaminya,” jelas Andar.

Selanjutnya, BBKSDA Sumatera Utara berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) untuk menentukan lokasi pelepasliaran. Berdasarkan hasil koordinasi, orangutan tersebut diputuskan dilepasliarkan di lokasi restorasi kerja sama BBTNGL dan YOSL-OIC di Resor Cinta Raja, Kabupaten Langkat.

Pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, orangutan dibawa menggunakan kandang angkut menuju area restorasi Cinta Raja sebagai persiapan pelepasliaran yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/5/2026). Tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB.

Keesokan harinya, tim gabungan dari BBKSDA Sumatera Utara, BBTNGL, dan HOCRU YOSL-OIC melaksanakan translokasi di lokasi yang telah ditetapkan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan satwa liar sekaligus mitigasi potensi interaksi negatif antara manusia dengan orangutan akibat perubahan penggunaan lahan di sekitar habitat alaminya,” pungkasnya.

BBKSDA Sumatera Utara dan HOCRU YOSL-OIC juga akan terus melakukan pemantauan terhadap orangutan yang telah ditranslokasi, serta mempersiapkan proses rescue terhadap individu betina beserta anaknya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *